-
Donald Trump mengancam serangan besar ke pembangkit listrik dan jembatan Iran pada Selasa.
-
Presiden AS menuntut pembukaan Selat Hormuz dengan ancaman penderitaan bagi rakyat Iran.
-
Eskalasi konflik AS-Israel vs Iran telah menewaskan ribuan orang sejak Februari 2026.
Situasi panas ini sebenarnya berakar dari peristiwa besar yang terjadi pada akhir bulan Februari lalu.
Aksi militer gabungan antara Washington dan Tel Aviv telah memicu gelombang kekerasan yang luar biasa besar.
Tercatat lebih dari seribu orang kehilangan nyawa dalam rangkaian serangan udara yang sangat mematikan tersebut.
Bahkan sosok penting dalam struktur kepemimpinan tertinggi Iran turut menjadi korban dalam serangan yang mengejutkan dunia.
Angka kematian yang mencapai 1.340 jiwa menjadi bukti betapa destruktifnya perang yang sedang berlangsung saat ini.
Pihak Iran tidak tinggal diam melihat wilayah dan pemimpin mereka menjadi sasaran tembak pasukan asing.
Garda Revolusi segera meluncurkan berbagai proyektil canggih ke arah wilayah kedaulatan Israel sebagai aksi balas dendam.
Tidak hanya Israel, negara-negara tetangga yang menampung pangkalan militer Amerika Serikat juga tidak luput dari serangan.
Yordania dan Irak menjadi wilayah yang terdampak akibat lintasan rudal dan pesawat tanpa awak milik Teheran.
Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
Negara-negara di kawasan Teluk kini berada dalam posisi waspada tinggi mengantisipasi serangan susulan yang mungkin terjadi.
Laporan terbaru dari lapangan menyebutkan adanya serangan mematikan yang menghantam wilayah selatan negeri tersebut.
Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad dilaporkan menjadi titik jatuhnya bom yang menewaskan sedikitnya sepuluh orang warga.
Operasi udara ini juga menyebabkan banyak warga mengalami luka-luka yang memerlukan perawatan medis segera di rumah sakit.
Media lokal terus memperbarui data mengenai jumlah korban yang terus bertambah seiring penyisiran di puing bangunan.
Kondisi psikologis masyarakat di wilayah selatan kini berada pada titik terendah akibat ancaman udara yang konstan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
SBY Buka Suara Terkait 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Singgung Investigasi PBB dan Mandat UNIFIL
-
Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Donald Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia: Segala Puji Bagi Allah SWT
-
Pakai Foto AI Buat Respons Laporan Warga: Pemprov DKI Berang, Oknum Disikat, Aturan Ketat Disiapkan
-
Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang