-
Donald Trump mengancam hancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz diblokade.
-
Iran meminta dunia mencegah kejahatan perang AS setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.
-
Penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global yang memaksa penghematan BBM di berbagai negara.
Suara.com - Ketegangan geopolitik perang di Timur Tengah kembali mencapai titik didih akibat pernyataan terbaru dari Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump secara terbuka memberikan peringatan keras kepada pemerintah Teheran terkait jalur logistik vital.
Pemblokiran Selat Hormuz yang merupakan nadi perdagangan minyak dunia menjadi pemicu utama kemarahan sang presiden.
Trump mendesak agar jalur perairan tersebut segera dibebaskan bagi lalu lintas kapal internasional tanpa terkecuali.
Konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan ini kini memasuki fase ancaman serangan infrastruktur sipil.
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengungkapkan rencana serangan udara secara spesifik.
Fasilitas publik seperti jaringan pembangkit listrik hingga jembatan menjadi target utama dalam daftar sasaran AS.
Ketegangan ini memuncak pada unggahan hari Minggu yang berisi kata-kata sangat tajam terhadap kepemimpinan Iran.
Trump bahkan menggunakan ungkapan religius dalam nada sarkastik saat melontarkan kecaman kerasnya di media sosial.
Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," kata Donald Trump dalam unggahannya.
Selain ancaman fisik, Trump juga memberikan indikasi mengenai waktu pelaksanaan operasi militer tersebut secara detail.
Sebuah unggahan singkat menyebutkan pukul 20.00 waktu bagian Timur sebagai momentum yang diduga sebagai awal serangan.
Ini merupakan rangkaian desakan konsisten yang dilakukan Gedung Putih sejak akhir Maret lalu terhadap Teheran.
Meskipun ancaman terus bergulir, Trump mengklaim tetap membuka pintu untuk negosiasi gencatan senjata yang produktif.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan adanya penundaan serangan pada fasilitas energi sembari menunggu perkembangan diplomasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Pakai Foto AI Buat Respons Laporan Warga: Pemprov DKI Berang, Oknum Disikat, Aturan Ketat Disiapkan
-
Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar
-
Serangan Israel di Jnah Beirut Tewaskan Warga hingga Iran Berhasil Tembak Jatuh Pesawat Militer AS
-
Babak Baru Kasus Pembunuhan Kacab Bank: 3 Prajurit TNI Jalani Sidang Perdana di PN Militer Hari Ini!
-
Puing Helikopter Black Hawk dan C-130 AS Berserakan di Gurun Iran
-
Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
-
Donald Trump Ancam Kirim Neraka ke Iran Jika Selat Hormuz Tidak Dibuka Dalam Waktu 48 Jam Mendatang
-
Imbas Kasus Amsal Sitepu, Kajari dan Kasi Pidsus Karo Diboyong Intel Kejagung ke Jakarta!
-
Dunia Tahan Napas, Iran Ancam Luncurkan "Kejutan Besar" untuk Hancurkan AS-Israel