-
Donald Trump mengancam hancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz diblokade.
-
Iran meminta dunia mencegah kejahatan perang AS setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.
-
Penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global yang memaksa penghematan BBM di berbagai negara.
Pemerintah Iran tidak tinggal diam melihat ancaman penghancuran fasilitas publik yang dilontarkan oleh Donald Trump.
Para pejabat tinggi di Teheran mengecam keras retorika tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap kemanusiaan.
Utusan PBB untuk Iran secara resmi menyerukan agar komunitas internasional segera mengintervensi situasi yang kian memanas.
Tindakan AS dianggap melanggar norma hukum internasional karena menyasar objek vital yang menopang kehidupan warga sipil.
"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata dia, dikutip Al Jazeera, Minggu.
Pihak perwakilan Iran menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam melihat potensi agresi militer yang destruktif ini.
Ada tanggung jawab kolektif dari seluruh negara untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum perang di wilayah tersebut.
"Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."
Iran juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan militer jika kedaulatan mereka benar-benar dilanggar oleh Amerika.
Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!
Serangan balasan dipastikan akan menyasar aset-aset milik AS maupun sekutu terdekatnya, termasuk Israel, di kawasan tersebut.
Agresi militer yang dilakukan oleh aliansi AS dan Israel diketahui telah berjalan intensif sejak akhir Februari.
Operasi berskala besar ini telah membawa dampak fatal, termasuk tewasnya ribuan warga sipil yang terjebak konflik.
Tokoh tertinggi negara, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan turut menjadi korban dalam rangkaian serangan udara tersebut.
Kehilangan pemimpin tertinggi membuat Iran mengambil langkah ekstrem dengan menutup total akses navigasi di Selat Hormuz.
Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk tekanan balik terhadap kekuatan Barat yang terus menggempur wilayah mereka.
Dunia kini sedang menghadapi ancaman kelangkaan pasokan energi yang sangat serius akibat blokade perairan tersebut.
Banyak negara mulai merasakan dampak ekonomi langsung karena harga minyak yang tidak stabil dan pasokan tersendat.
Beberapa pemerintahan di berbagai belahan dunia terpaksa mengeluarkan kebijakan darurat untuk menghemat penggunaan bahan bakar nasional.
Instruksi bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara mulai diterapkan di beberapa wilayah demi menekan mobilitas.
Hingga saat ini, Iran tetap bersikukuh tidak akan membuka akses bagi negara-negara yang berafiliasi dengan Amerika Serikat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup
-
Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng
-
Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia
-
Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang
-
LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!
-
Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya
-
Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!
-
'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku
-
Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV
-
Menteri PPPA Sentil Lagu Om Zein: Pengalaman Biologis Perempuan Bukan Bahan Candaan!