News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 09:33 WIB
Donald Trump
Baca 10 detik
  • Donald Trump mengancam hancurkan jembatan dan pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz diblokade.

  • Iran meminta dunia mencegah kejahatan perang AS setelah tewasnya Ayatollah Ali Khamenei.

  • Penutupan Selat Hormuz memicu krisis energi global yang memaksa penghematan BBM di berbagai negara.

Pemerintah Iran tidak tinggal diam melihat ancaman penghancuran fasilitas publik yang dilontarkan oleh Donald Trump.

Para pejabat tinggi di Teheran mengecam keras retorika tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman terhadap kemanusiaan.

Utusan PBB untuk Iran secara resmi menyerukan agar komunitas internasional segera mengintervensi situasi yang kian memanas.

Tindakan AS dianggap melanggar norma hukum internasional karena menyasar objek vital yang menopang kehidupan warga sipil.

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata dia, dikutip Al Jazeera, Minggu.

Pihak perwakilan Iran menegaskan bahwa dunia tidak boleh diam melihat potensi agresi militer yang destruktif ini.

Ada tanggung jawab kolektif dari seluruh negara untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum perang di wilayah tersebut.

"Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."

Iran juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan perlawanan militer jika kedaulatan mereka benar-benar dilanggar oleh Amerika.

Baca Juga: Misi Penyelamatan Pilot Gagal Total! AS Panik Ledakan Pesawat Sendiri, Rugi Rp3,2 Triliun!

Serangan balasan dipastikan akan menyasar aset-aset milik AS maupun sekutu terdekatnya, termasuk Israel, di kawasan tersebut.

Agresi militer yang dilakukan oleh aliansi AS dan Israel diketahui telah berjalan intensif sejak akhir Februari.

Operasi berskala besar ini telah membawa dampak fatal, termasuk tewasnya ribuan warga sipil yang terjebak konflik.

Tokoh tertinggi negara, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan turut menjadi korban dalam rangkaian serangan udara tersebut.

Kehilangan pemimpin tertinggi membuat Iran mengambil langkah ekstrem dengan menutup total akses navigasi di Selat Hormuz.

Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk tekanan balik terhadap kekuatan Barat yang terus menggempur wilayah mereka.

Load More