- Konflik di Iran menyebabkan blokade pasokan minyak global yang memicu lonjakan harga BBM drastis di negara Vietnam.
- Kenaikan biaya bahan bakar sangat membebani penghasilan pengemudi transportasi daring serta sektor perikanan dan penerbangan di Vietnam.
- Pemerintah Vietnam menghentikan sementara pajak lingkungan BBM hingga 15 April demi menjaga stabilitas makroekonomi dan meredam tekanan publik.
Suara.com - Lonjakan harga bahan bakar akibat dampak perang di Iran menghantam keras para driver online di Vietnam.
Kenaikan tajam ini dipicu terganggunya pasokan minyak global setelah blokade Selat Hormuz.
Seorang pengemudi ojek online mengaku penghasilannya tergerus drastis.
“Saya bekerja tujuh sampai delapan jam, dapat sekitar 240.000 dong, tapi 120.000 dong atau setara Rp75.600 habis untuk bensin,” ujarnya seperti dilansir dari Aljazeera.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuatnya sulit bertahan hidup di kota besar.
“Saya tidak bisa bertahan dengan jumlah uang seperti ini di kota,” katanya.
Vietnam yang biasanya mengimpor sekitar 80 persen minyak mentah dari Kuwait kini menghadapi gangguan pasokan.
Akibatnya, harga solar melonjak lebih dari dua kali lipat, sementara bensin naik hampir 30 persen.
Kenaikan ini langsung berdampak pada biaya transportasi di kota seperti Ho Chi Minh City yang dipenuhi jutaan sepeda motor.
Baca Juga: Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran
“Karena harga bensin sangat tinggi, banyak pengemudi mematikan aplikasi dan memilih pulang,” kata driver lain.
Sementara itu, Pemerintah Vietnam bergerak cepat meredam dampak krisis.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh mengumumkan penghentian sementara pajak lingkungan untuk BBM hingga 15 April.
Peneliti dari ISEAS-Yusof Ishak Institute, Nguyen Khac Giang, menyebut langkah itu penting.
“Ada banyak keluhan dan frustrasi karena harga gas memengaruhi segalanya di Vietnam,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya untuk meredakan tekanan publik.
Berita Terkait
-
Cerita Dramatis Tim SEAL Jalani Misi Penyelamatan Pilot F-15 yang Diburu Tentara Iran
-
Iron Dome Jebol, Serangan Rudal Iran Hantam Haifa Israel Akibatkan Bayi Luka Parah
-
Harga Minyak Mendidih! Tembus 110 Dolar AS per Barel saat Perang Memanas
-
Sirene Tak Henti! Israel Diguncang Serangan Rudal Iran, 4 Orang Hilang di Haifa
-
Trump Ancam Iran Hidup Menderita Jika Selat Hormuz Ditutup, Siapkan Serangan Besar
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Usia 40-an Mulai Muncul Flek Hitam? Ini 4 Rekomendasi Cream Ampuh di Apotek
-
Jangan Asal Buang ke Selokan! Begini Cara Benar Menyikapi Bangkai Tikus di Jalan Raya
-
Merger Paramount - Warner Bros Mengancam PHK Ribuan Pekerja Film
-
Kalimantan Dikepung 1.487 Titik Panas, DPR Ingat Pemerintah Karhutla 1997 Jangan Terulang
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas Nasional Bersama Pegadaian dan PNM
-
Sambil Pasang CCTV, Pria di Tulang Bawang Kuras Saldo M-Banking Pelanggan
-
BRI Kembangkan Ekosistem Emas Terintegrasi untuk Masa Depan Indonesia
-
Prabowo Didesak Banyak Mendengar, Bukan Umbar Retorika Kosong Lewat Monolog
-
PLN Buka 79 Proyek Panas Bumi, Kejar Tambahan Kapasitas 3,1 GW
-
500 Ribu Lebih Investor Buang Saham RANS, Harganya Makin Anjlok