- Konflik di Timur Tengah menyebabkan gangguan pasokan bahan baku plastik impor, sehingga memicu kenaikan harga signifikan di Indonesia.
- Pelaku usaha warung kelontong terdampak lonjakan biaya modal karena harga plastik kemasan meningkat tajam setelah Lebaran.
- Pemilik warung menyiasati kenaikan harga dengan melakukan efisiensi penggunaan plastik serta berbelanja dalam jumlah besar guna menekan pengeluaran.
“Ya gimana ya, harapannya ya supaya bisa turun lagi aja. Asalnya kan dampaknya mau ngejual yang lainnya kan nggak bisa naik. Ini misalnya Rp 3 ribu (barang dagangan), kita naikin Rp 3 setengah kan nggak mungkin,” ungkapnya.
Endang pun megungkapkan bahwa plastik adalah biaya modal yang seringkali dianggap remeh oleh orang awam.
“Padahal pakai plastik itu juga modal ya, tapi kadang kayak cuma-cuma gitu kan. Padahal modalnya gede juga ya Mbak,” ucapnya.
Untuk mensiasati pengeluaran, Sony memilih berbelanja dalam jumlah besar guna mendapatkan selisih harga grosir yang lebih murah dibanding eceran.
“Kalau plastik itu jutaan saya itu kalau sekali belanja buat bungkus-bungkus tuh, tapi nanti ya bisa buat sebulan. Soalnya kalau beli ngecer itu harganya sudah beda lagi. Ada perbedaan aja,” ujarnya.
Penjelasan Menteri
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menjelaskan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, menjadi penyebab utama tersendatnya pasokan. Ia menyebut kawasan tersebut merupakan tumpuan bagi mayoritas kebutuhan bahan baku nasional.
"Kita itu bahan baku plastik salah satunya adalah naphta. Naphta itu 60 persen kita impor dari Timur Tengah. Jadi kita terdampak dari bahan baku yang harus kita impor dari Timur Tengah," ujar Budi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Istana, Jakarta, yang dikutip pada Senin (6/4/2026).
Reporter: Tsabita Aulia
Baca Juga: Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang
Berita Terkait
-
Mengapa Harga Plastik Mendadak Naik Selangit? Ini Penjelasannya
-
Fakta-fakta Harga Plastik Melonjak Drastis, Ini Penyebabnya
-
Mengenal Nafta Minyak Bumi, Biang Kerok Harga Plastik Naik Drastis
-
Apa itu Nafta? Bahan Baku Ini Buat Harga Plastik Melonjak Saat Perang
-
Kenapa Harga Plastik Naik? Ternyata Ini 'Biang Kerok' di Balik Layar
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Perang Memanas! Trump Bakal Pakai Uang Pajak Warga AS Demi Proyek Mercusuar
-
Trump Ancam Iran Jadi Neraka Dunia, Pengamat UGM: Kalau Terlalu Berisik, Biasanya Tak Serius
-
Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat
-
Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup
-
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
-
KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Rejang Lebong
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga
-
Pesta Berujung Memilukan: Ini 7 Fakta Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Saat Resepsi Anaknya
-
Idrus Marham Kecam Pernyataan Saiful Mujani: Kritik Pemerintah Harus Objektif, Bukan Provokatif!