- Pengamat UGM Muhadi Sugiono menilai diplomasi Presiden AS Donald Trump bersifat intimidatif dengan gaya gertakan layaknya premanisme.
- Strategi tes ombak tersebut dilakukan Trump untuk mendominasi posisi tawar negosiasi terhadap lawan yang merasa ketakutan.
- Iran menanggapi ancaman keras Trump dengan santai melalui ejekan di media sosial tanpa terintimidasi oleh retorika militer.
Suara.com - Pengamat Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Muhadi Sugiono, menyebut gaya diplomasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai 'premanisme' belaka yang mengandalkan gertakan untuk menekan lawan bicara.
"Kalau kita lihat Trump itu bekerja dalam teori hubungan internasional itu dengan namanya gunboat diplomacy artinya kalau dalam bahasa Indonesia, diplomasi tapi dengan todongan senjata," kata Muhadi saat dihubungi, Suara.com, Senin (6/4/2026).
Dipaparkan Muhadi bahwa strategi ini merupakan upaya Trump untuk melakukan testing the water atau tes ombak terhadap lawannya. Jika pihak lawan merasa takut, maka Trump akan mendapatkan posisi tawar yang dominan dalam negosiasi.
Hal ini pernah pula diterapkan oleh Trump saat menekan mitra dagang Amerika Serikat dan dalam kasus Greenland.
"Dia ngetes ombaklah kira-kira gitu. Jadi kalau 'aku lakukan ini dia keder enggak?' Nah kalau dia keder, otomatis kekuatan dalam negosiasi ada pada dia (Trump). Dia akan bisa memperoleh semuanya," tuturnya.
Adapun sebelumnya Trump melontarkan ancaman terhadap Teheran untuk segera membuka Selat Hormuz. Ia mengancam bahwa AS akan menggempur fasilitas publik di Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan jika permintaan pembukaan Selat Hormuz tak digubris.
Namun nampaknya cara itu tidak efektif ketika diterapkan kepada Iran. Muhadi bilang bahwa Iran adalah kekuatan regional yang tidak mudah diintimidasi oleh retorika belaka.
Sebaliknya, ancaman vokal dari Trump sering kali menandakan bahwa sang Presiden sebenarnya tidak sedang serius melakukan tindakan militer.
"Tapi kalau dia gembar-gembor ya dia akan lihat lawannya seperti apa. Nah ini kebetulan lawannya kan Iran, dan Iran itu bukan tipe yang bisa digertak," ungkapnya.
Baca Juga: Innalillahi Donald Trump Dilarikan ke Rumah Sakit?
"Apalagi semakin keras dia ngomong itu artinya enggak ada apa-apanya," tambahnya.
Menurut pengamatannya, Trump hanya akan bertindak nyata jika ia merasa yakin sepenuhnya, seperti dalam intervensi di Venezuela.
"Menghadapi diplomasi Trump itu jangan terlalu serius ketika kita mendengarkan dia menggertak. Tapi kita harus lebih serius berpikir kalau Donald Trump itu anteng," ujarnya.
Diketahui berbagai ancaman Trump itu seringkali disertai caci-maki maupun bahasa yang kasar. Namun, sejauh ini pihak Teheran justru menanggapi hal itu secara santai.
Alih-alih mengeluarkan pernyataan militer yang kaku, kedutaan besar dan konsulat Iran di seluruh dunia justru menggunakan media sosial X untuk mengejek Trump dengan campuran humor, meme, dan kritik tajam.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Samsung Siapkan Galaxy Event 27 Agustus, Siap-siap Ada Anggota Baru Galaxy S26 Series!
-
Dari Rak Buku ke Ruang Lifestyle, Wajah Baru Toko Buku di Tengah Era Digital
-
Fathimah Azzahra BEM UI Dapat Serangan Brutal di Sosmed, Dituding Penganut Agama Ini
-
Bamus Betawi Minta Warga Pati Tahan Diri, Tak Perlu Ramai-ramai Demo ke Jakarta
-
Pesan GrabFood Pakai BRI Bisa Hemat Rp81.000, Begini Caranya!
-
Selundupkan Sabu Pakai Pesawat Militer, Mayor Faisal Divonis 10 Tahun Bui dan Dipecat
-
20 Contoh Kata-kata Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Status WA
-
Lebih Banyak Mudaratnya! Menkes Kabinet Bayangan Desak MBG Dihentikan
-
Bukan Gaming, Ini 5 Aktivitas yang Diam-Diam Bikin Laptop Panas
-
Siapa Lawan Pertama Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia atau Singapura?