- Tasnim News Agency mempertanyakan kredibilitas narasi operasi penyelamatan awak jet tempur Amerika Serikat yang dinilai tidak masuk akal.
- Pihak Iran meragukan keabsahan operasi karena tidak adanya bukti dokumentasi resmi terkait evakuasi pilot serta ketidakkonsistenan informasi.
- Teheran menyatakan operasi militer Amerika Serikat gagal total, termasuk adanya dugaan gangguan teknis pada helikopter saat misi berlangsung.
Suara.com - Narasi Amerika Serikat terkait operasi penyelamatan awak pesawat jet tempur yang jatuh kembali menuai sorotan.
Laporan dari media Iran Tasnim News Agency menyebut kisah tersebut sarat kejanggalan dan dianggap terlalu bernuansa Hollywood.
Dalam laporan itu, disebutkan bahwa alur operasi yang diklaim sangat kompleks menimbulkan banyak pertanyaan, mulai dari masuknya unit penyelamat ke wilayah Iran hingga proses pelacakan pilot menggunakan perangkat tracker.
“Bagaimana operasi sebesar itu bisa dilakukan dengan waktu lama dan kompleksitas tinggi?” demikian pertanyaan yang diajukan media Iran tersebut.
Media Iran mempertanyakan bagaimana operasi penyelamatan dapat berlangsung dengan skenario berlapis, termasuk dugaan kegagalan teknis di tengah misi.
Kondisi itu bahkan disebut memaksa adanya operasi penyelamatan kedua.
“Skenario ini secara logis membutuhkan dokumentasi yang lebih rinci,” tulis laporan itu.
Keraguan juga muncul terkait kondisi pilot yang disebut mengalami luka parah.
Namun hingga kini, tidak ada bukti visual atau dokumen resmi yang dirilis terkait proses evakuasi tersebut.
Baca Juga: Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran
Laporan Tasnim News Agency juga menyoroti ketidakjelasan nasib pilot yang diklaim berhasil diselamatkan.
Informasi yang beredar menyebut kondisi korban masih kritis dan peluang bertahan hidupnya kecil.
“Tidak ada gambar atau dokumen jelas yang dipublikasikan tentang pilot pertama,” demikian laporan tersebut.
Selain itu, muncul pertanyaan lanjutan mengenai pilot kedua yang disebut dalam operasi tersebut. Ketidakkonsistenan informasi membuat narasi resmi AS dipertanyakan oleh sejumlah pihak.
“Jika operasi berhasil, mengapa masih dibicarakan kemungkinan kematian pilot?” tulis media itu.
Dalam laporan tersebut, muncul dugaan bahwa narasi resmi dapat berubah di kemudian hari, termasuk kemungkinan pernyataan bahwa upaya penyelamatan telah dilakukan meski korban tidak selamat.
Di sisi lain, Iran menegaskan versi berbeda. Pihak Teheran menyebut operasi militer Amerika Serikat tersebut gagal total sejak awal.
Meski demikian, jika mengacu pada klaim Amerika Serikat, terdapat pengakuan bahwa salah satu helikopter operasi khusus mengalami gangguan teknis di wilayah Iran. Hal ini dinilai menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan operasional.
“Gangguan teknis ini menunjukkan masalah serius dalam dukungan dan kesiapan misi,” demikian isi laporan tersebut.
Berita Terkait
-
Respons Ketegangan di Selat Hormuz, Jepang Aktifkan Saluran Darurat ke Iran
-
Trump Singgung 'Hari Pemusnahan' Iran: Ancam Ekonomi Global, Harga Minyak Terbang!
-
Saat Kedubes Iran Ramai-ramai Balas Ancaman Trump Secara 'Selow'
-
Harga Produk di Jakarta Berangsur Naik Imbas Perang Iran, Pramono Anung: Inflasi Masih Terjaga
-
Ya Allah, Gaza Diserang Lagi saat Iran Masih Digempur Israel
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Anggaran Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp195,32 T pada RAPBN 2027, Ini Rincian Alokasinya
-
Anggaran MBG Menyusut Jadi Rp240,2 Triliun, Sasaran Berkurang 10,8 Juta
-
4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir
-
Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya
-
Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus
-
Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI