News / Internasional
Senin, 06 April 2026 | 15:00 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan pernyataan kontroversial terkait rakyat Iran dalam acara penggalangan dana Partai Republik di Washington, 25 Maret 2026. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Presiden Donald Trump mengajukan permohonan hukum darurat untuk melanjutkan pembangunan ballroom Gedung Putih setelah proyek dihentikan pengadilan.
  • Pemerintah beralasan area galian proyek yang terhenti berisiko mengancam keamanan nasional serta memiliki fitur keamanan modern penting.
  • Hakim Richard J. Leon menghentikan proyek karena dinilai memerlukan persetujuan kongres dan tidak memiliki landasan keamanan nasional kuat.

Proyek ballroom ini merupakan bagian dari rencana besar Trump untuk merenovasi Gedung Putih, termasuk perubahan pada Rose Garden dan pembangunan ruang acara baru yang terinspirasi dari resor pribadinya di Florida, Mar-a-Lago.

Awalnya bernilai sekitar 200 juta dolar AS, proyek ini kini meningkat menjadi hampir 400 juta dolar AS atau setara Rp6-8 triliun dan akan mencakup area sekitar 90.000 kaki persegi.

Namun, proyek ini menuai kritik dari sejarawan dan kelompok pelestari bangunan bersejarah karena dinilai berpotensi mengubah struktur asli Gedung Putih, termasuk sayap timur yang dibangun sejak 1902.

Ketegangan meningkat setelah National Trust for Historic Preservation menggugat proyek tersebut dan menuduh pemerintah tidak mendapatkan izin yang sesuai.

Sementara itu, sejumlah komisi perencanaan telah memberikan persetujuan awal terhadap proyek tersebut, memperdalam perdebatan antara aspek hukum, keamanan, dan pelestarian sejarah.

Load More