- Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyatakan perombakan kabinet merupakan hak prerogatif penuh Presiden Prabowo Subianto.
- Doli menilai kinerja kabinet saat ini tetap responsif dalam menjaga stabilitas pangan dan energi di tengah krisis global.
- Pemerintah didorong untuk lebih aktif terlibat dalam upaya menghentikan perang guna menyelesaikan akar masalah krisis global saat ini.
Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menanggapi munculnya aspirasi dari sejumlah kalangan agar Presiden Prabowo Subianto melakukan penyegaran atau reshuffle kabinet di tengah situasi geopolitik dunia yang memanas.
Doli menegaskan bahwa keputusan untuk merombak susunan menteri sepenuhnya merupakan hak prerogatif kepala negara.
Ia menilai Presiden Prabowo adalah pihak yang paling kompeten dalam mengukur apakah dinamika internasional saat ini berdampak signifikan terhadap kinerja kabinet sehingga memerlukan perubahan komposisi.
"Ya, pertama saya sih kalau kembali ya pasti jawabannya standar, kalau yang namanya reshuffle kabinet itu kan kewenangan mutlak atau apa namanya hak prerogatif, privilege-nya Pak Presiden, Pak Prabowo gitu lho," ujar Doli di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (6/4/2026).
Meskipun isu reshuffle terus bergulir, Doli memberikan catatan positif terhadap kinerja kabinet saat ini.
Menurutnya, jajaran menteri Presiden Prabowo sejauh ini cukup responsif dan berhasil menjaga stabilitas nasional, terutama dalam mengantisipasi dampak krisis energi dan pangan global.
"Tapi kan sejauh ini saya kira kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia, ya ini kan sampai sejauh ini masih terlihat aman ya. Misalnya, kalau di tempat atau negara-negara lain harga BBM sudah naik, kita tidak gitu ya. Terus kemudian stok BBM kita sampai hari ini pemerintah menyatakan masih aman ya. Juga situasi pangan kita juga masih aman gitu," urainya.
Doli menambahkan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipasi dan penyesuaian kebijakan yang cepat. Namun, ia tidak menutup mata terhadap kekhawatiran jangka panjang jika gejolak dunia terus berlanjut.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan beban masyarakat tidak bertambah.
Baca Juga: Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
Alih-alih hanya fokus pada urusan internal kabinet, Doli mendorong agar energi bangsa diarahkan untuk ikut serta menyelesaikan akar masalah global, yakni menghentikan perang.
"Jadi kalau sumber masalahnya bisa ikut kita selesaikan, perangnya bisa kita hentikan, ya mudah-mudahan krisis itu tidak akan terjadi ataupun kalau sudah mulai krisis ya bisa segera selesai. Makanya kita mendorong, memberikan dukungan kepada Pak Prabowo, kepada Presiden, kepada pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah yang lebih tegas, lebih aktif untuk ikut terlibat di dalam mengakhiri perang," jelasnya.
Ketika ditegaskan kembali mengenai perlu atau tidaknya reshuffle dilakukan saat ini, Ketua Komisi II DPR RI periode 2019–2024 ini kembali menekankan otoritas Presiden.
"Ya makanya saya kira reshuffle itu adalah sepenuhnya hak prerogatifnya Pak Presiden. Ya kan Pak Presiden yang tahu. Nih bercandaannya nih, kalau saya bilang mau reshuffle, Pak Presiden enggak kan ya karena itu kewenangan penuh Pak Presiden," pungkasnya sembari berseloroh.
Berita Terkait
-
Instruksi Prabowo: Kampus Harus Bantu Tata Ruang dan Perumahan Daerah
-
Prabowo Perintahkan Rebut Lahan Negara yang 'Dicaplok' Pihak Lain: Gunakan untuk Rumah Rakyat!
-
Fahri Hamzah Merespons Pernyataan Saiful Mujani Soal 'Jatuhkan Prabowo'
-
Isu Jatuhkan Prabowo Mencuat, Fahri Hamzah Minta Jangan Kasih Ruang: Dunia Lagi Kacau
-
Punya Nyali! Pemerintah Kuasai Kembali Tanah Negara dari Pihak Lain Demi Bangun Hunian Rakyat
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional
-
Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI
-
Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?
-
LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun
-
Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang
-
Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta
-
Menteri LH: Sampah Organik Jadi Kunci Utama Penurunan Emisi Metana Indonesia
-
9 WNI Bebas dari 'Neraka' Penjara Ktziot Israel, Alami Kekerasan dan Pelecehan
-
Terkuak, Instruksi 'Rem Dikit-dikit' di Balik Tragedi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir