Selain ancaman nuklir, Teheran juga melaporkan adanya serangan sistematis terhadap sektor ekonomi dan infrastruktur non-militer.
Pihak kementerian mengonfirmasi bahwa fasilitas petrokimia milik negara juga menjadi sasaran serangan udara pada waktu yang berdekatan.
Serangan ini dianggap sebagai upaya terukur untuk melumpuhkan fondasi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sipil di Iran.
Target-target seperti jembatan dan pabrik baja kini berada dalam garis depan kehancuran akibat eskalasi konflik yang memanas.
“Serangan terhadap petrokimia kami juga menyampaikan tujuan yang nyata,” kata diplomat senior tersebut.
Agresi yang dimulai sejak akhir Februari ini dinilai memiliki motif tersembunyi untuk menghambat pertumbuhan domestik.
Iran menuding pihak penyerang ingin merusak daya saing ekonomi mereka sebagai salah satu negara berkembang di Asia.
Logika di balik penghancuran fasilitas sipil ini dianggap sangat bertentangan dengan norma hukum humaniter internasional.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa agresi tersebut secara telanjang memperlihatkan niat untuk menghancurkan kapasitas logistik negara.
Baca Juga: Respons Iran Usai AS dan Isarel Ancam Tingkatkan Serangan, Selat Bab el Mandeb Berpotensi Ditutup
Segala bentuk sabotase industri ini terus mendapatkan perlawanan sengit dari pihak keamanan dan militer Teheran.
Menanggapi tekanan militer tersebut, Iran mengambil langkah balasan yang sangat signifikan di wilayah Asia Barat.
Berbagai target yang terafiliasi dengan Amerika Serikat kini menjadi sasaran serangan balasan di sepanjang Teluk Persia.
Militer Iran tidak ragu untuk menyerang titik-titik strategis di wilayah pendudukan sebagai bentuk pembelaan kedaulatan.
Langkah yang paling berdampak secara global adalah pengetatan pengawasan arus energi di wilayah Selat Hormuz.
Tindakan ini secara langsung memicu gejolak pasar yang menyebabkan harga minyak dunia melonjak hingga level tertinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Donald Trump Perintahkan Pesawat F-15E Diledakkan Hingga Berkeping-keping, Kenapa?
-
Inggris Larang Pangkalan Militernya Dipakai Amerika Serikat Serang Infrastruktur Sipil Iran
-
Usut Suap Mafia Cukai, KPK akan Panggil Lagi Bos Rokok Rokhmawan dan M. Suryo yang Sempat Mangkir!
-
Israel Mulai Hancurkan Masjid di Iran
-
Viral Mobil Dinas Pemprov DKI Dipakai Healing ke Puncak, Oknum Pegawai Kini Diburu Inspektorat!
-
Jejak Berdarah Preman Pembunuh Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta: Residivis, Keok Diterjang Peluru!
-
Demi Efisiensi Anggaran, Gus Ipul Siap Gerah di Kantor: Batasi Penggunaan AC dan Listrik Kemensos
-
Bansos Macet & Urban Farming Mati Suri, DPRD DKI Jakarta: Sistem Distribusi Pangan Harus Dirombak
-
Sempat Diadang Warga Lenteng Agung, TNI AD: Itu Penertiban Aset Negara, Bukan Sengketa Lahan
-
Trump Ancam Hancurkan Iran, Tak Peduli Hukum Internasional Dilanggar