- Ali Akbar Velayati memperingatkan bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel dapat mengganggu jalur perdagangan global.
- Ketegangan ini mengancam keamanan Selat Hormuz serta Selat Bab el-Mandeb yang vital bagi distribusi energi dunia.
- Ancaman eskalasi konflik memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas arus perdagangan internasional akibat potensi serangan kelompok Houthi.
Suara.com - Ketegangan antara Iran dan aliansi Amerika Serikat (AS) dan Israel kian memicu kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran dunia.
Iran memperingatkan bahwa ancaman tidak hanya terbatas di Selat Hormuz, tetapi juga dapat meluas ke kawasan lain yang memiliki peran vital dalam perdagangan global.
Peringatan ini disampaikan oleh penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati.
Ia menekankan bahwa jalur-jalur strategis di Timur Tengah sangat rentan terhadap eskalasi konflik.
Menurutnya, kesalahan kecil dari pihak AS maupun Israel bisa berdampak besar terhadap distribusi energi dan arus perdagangan internasional.
Velayati menyoroti pentingnya Selat Bab el-Mandeb yang dinilai memiliki tingkat krusial setara dengan Selat Hormuz.
Pernyataan tersebut muncul di tengah ancaman Presiden AS Donald Trump yang akan 'melepaskan neraka' terhadap Iran jika tidak segera membuka kembali Selat Hormuz sebelum batas waktu Selasa (7/4/2026).
Ia juga menilai bahwa meskipun AS telah banyak belajar dari pengalaman menghadapi Iran, Washington dinilai belum sepenuhnya memahami 'geografi kekuatan' di kawasan tersebut.
Sebagai salah satu jalur vital dunia, Selat Bab el-Mandeb yang berada di lepas pantai Yaman menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab.
Baca Juga: Media Iran Bongkar Kejanggalan Operasi Penyelamatan Pilot AS: Narasinya Hollywood Banget
Jalur ini menjadi titik sempit penting bagi kapal-kapal yang melintasi rute menuju Terusan Suez.
Gangguan di wilayah ini berpotensi menghambat distribusi energi dan aktivitas perdagangan global.
Di sisi lain, kelompok Houthi movement di Yaman yang bersekutu dengan Iran sebelumnya telah menyatakan kesiapan untuk menyerang jalur tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Teheran.
Serangan yang pernah dilakukan kelompok Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah saat konflik Gaza sempat mengganggu rantai pasok internasional.
Peringatan terbaru dari Iran ini pun memperbesar kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas dan berdampak langsung pada stabilitas jalur energi dunia.
Berita Terkait
-
Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga
-
Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar
-
Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
-
Amankan BBM, Bahlil: RI Tak Pilih-Pilih Pasokan
-
6 Anak-anak Meninggal Dunia Akibat Serangan AS-Israel di Teheran Iran
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Simalakama Plastik: Antara Lonjakan Harga dan Napas UMKM yang Sesak
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
Terkini
-
Alarm Merah Campak 2026: Mengapa Penyakit Kuno Ini Kembali Menghantui Indonesia?
-
KPK Panggil Istri Bupati Nonaktif Rejang Lebong
-
Menkeu Purbaya Pastikan BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: DPR Beri Tepuk Tangan!
-
Fajar Berdarah di Teheran, Serangan Gabungan AS-Israel Tewaskan 13 Warga
-
Pesta Berujung Memilukan: Ini 7 Fakta Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Saat Resepsi Anaknya
-
Idrus Marham Kecam Pernyataan Saiful Mujani: Kritik Pemerintah Harus Objektif, Bukan Provokatif!
-
Iran Bersedia Buka Selat Hormuz jika Kerugian Perang Dibayar
-
Horor Penumpang Taksi Online di Harmoni: Dilecehkan Sopir 'Nyabu' hingga Aksi Berani Korban Melawan
-
Mentan: Cadangan Beras Tembus Jutaan Ton, Stok Pangan Aman hingga Tahun Depan
-
Sahroni Tegaskan Hitung Kerugian Negara Wajib Lewat BPK: Kalau Tidak, Landasan Hukumnya Tidak Valid