- Minh Phuong, guru asal Vietnam, memperoleh gaji sebesar Rp66 juta per bulan saat mengajar di Australia Barat.
- Ia mengajar di komunitas adat Mulan Aboriginal dengan menghadapi tantangan lingkungan ekstrem dan keterbatasan akses transportasi.
- Phuong menjalankan peran ganda untuk memberikan pendidikan berkualitas serta membantu anak-anak komunitas tersebut meraih masa depan lebih baik.
Suara.com - Isu soal kesejahteraan guru di Indonesia selalu jadi sorotan dari banyak pihak. Apalagi jika kita bicara gaji guru honorer.
Pertanyaannya apakah mungkin seorang guru di Indonesia bisa mengantongi gaji dua digit per bulannya?
Jika bicara realistis, mungkin tidak mungkin. Namun peluang itu ada bagi guru Indonesia jika bisa mengajar di luar negeri.
Seorang guru dari Vietnam meraup gaji 100 juta dong per bulan atau setara Rp60-70 juta dengan mengajar di Australia.
Minh Phuong nama guru tersebut. Ia seorang guru dari Vietnam mengajar di tengah gurun Australia Barat.
Mendapat gaji dua digit bukan perkara mudah bagi Minh Phuong, ia harus menerima tantangan cukup ekstrem di komunitas terpencil, di Australia.
Dilansir dari Dan Tri, Phuong mengajar di komunitas adat Mulan Aboriginal Community di East Kimberley, Australia Barat.
Phuong datang ke lokasi tersebut setelah melalui proses panjang mencari pekerjaan.
Lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari University of Melbourne itu sempat mengirim lamaran ke berbagai tempat, namun berulang kali ditolak.
Baca Juga: Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia
“Saya sudah sering ditolak, jadi tidak terlalu berharap saat wawancara,” kata Phoung.
Tak disangka, hanya dua jam setelah wawancara di sekolah Katolik John Pujajangka-Piyirn, ia langsung diterima. “Cepat sekali sampai saya tidak percaya itu nyata,” ucapnya.
Ia kemudian berangkat ke wilayah terpencil yang bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sana, ia menemukan kenyataan hidup yang jauh dari kata mudah.
“Membuka mulut saja bisa kemasukan lalat,” katanya menggambarkan kondisi ekstrem saat musim kering.
Menurutnya, lalat menjadi masalah serius karena tidak hanya mengganggu, tetapi juga berdampak pada kesehatan anak-anak. “Ada siswa yang matanya bengkak karena lalat masuk tanpa mereka sadari,” ujarnya.
Saat musim hujan tiba, tantangan berbeda muncul. Jalanan berlumpur membuat akses transportasi terhambat, bahkan pasokan makanan bisa terputus.
Berita Terkait
-
Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia
-
Kasus Kekerasan Seksual di Sekolah Meningkat, FSGI Catat 22 Kasus dalam 3 Bulan
-
Harga BBM Meledak, Driver Online Menyerah: Kerja Seharian Hanya untuk Bensin
-
Timnas Indonesia Disebut Calon Juara Piala AFF 2026 Usai Tampil Garang Lawan Bulgaria
-
Safaruddin Ngamuk di DPR, Soroti Gaji Guru Polri Rp 100 Ribu per Jam: Harusnya Rp 5 Juta per Jam!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Netflix Umumkan Anime Baru hingga Tanggal Tayang Cyberpunk: Edgerunners 2
-
Review Reacher Season 3: Kembalinya Sang Serigala Penyendiri yang Tangguh!
-
Amri/Nita Tumbang, Kapan Indonesia Akhiri Puasa Medali Emas Kejuaraan Dunia BWF?
-
Telkomsel Jaga Konektivitas Flores Usai Gempa, Paket Darurat Rp1 Jadi Andalan Warga
-
Karhutla Mengintai, Bandara APT Pranoto Siaga Kabut Asap Ganggu Penerbangan
-
Pramono Anung Sebut Sekolah di Luar Negeri Bisa Ubah Nasib Keluarga Kurang Beruntung
-
5 HP OPPO RAM 8 GB dan Memori 256 GB Termurah Mulai Rp2 Jutaan
-
Kalimantan Terbakar, Artis Bersuara: Fanny Soegi Sentil Si Paling Rakus, Siskaeee Juga Ikutan
-
Cara Mudah Mencari Tinggi Segitiga jika Luas dan Alas Sudah Diketahui
-
Jakarta Sering Disalahkan, Studi Terbaru ITB Bongkar Penyebab Asli Polusi Jabodetabek