- Sekjen Partai Golkar M. Sarmuji menegaskan agar tidak ada pihak yang mengganggu stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Sarmuji menyatakan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo saat ini sudah berada di jalur yang benar demi mewujudkan kesejahteraan rakyat.
- Gangguan terhadap stabilitas pemerintahan dinilai akan merugikan masyarakat luas karena sirkulasi kepemimpinan telah diatur secara konstitusional melalui Pemilu.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji, memberikan respons tegas terkait pernyataan pendiri SMRC, Saiful Mujani soal upaya menjatuhkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia memperingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba mengganggu stabilitas kepemimpinan nasional yang tengah berjalan.
Sarmuji menggunakan perumpamaan kereta api untuk menggambarkan kondisi pemerintahan saat ini.
Ia menilai kepemimpinan Prabowo Subianto sudah berada di jalur yang benar menuju cita-cita bangsa.
"Jangan menghentikan kereta yang sedang melaju karena kereta berjalan pada rel yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan," ujar Sarmuji kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menekankan bahwa upaya untuk menghentikan pemerintahan di tengah jalan hanya akan merugikan masyarakat luas sebagai "penumpang" dari kebijakan-kebijakan negara.
Menurutnya, jika stabilitas terganggu, rakyatlah yang paling terdampak.
"Nanti yang protes bukan masinis, melainkan penumpang. Kalau kereta berhenti, yang dirugikan adalah rakyat kebanyakan," tegasnya.
Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini mengingatkan bahwa Indonesia telah memiliki sistem sirkulasi kepemimpinan nasional yang stabil, ajeg, dan diatur secara konstitusional melalui Pemilu.
Baca Juga: Isu Jatuhkan Prabowo Mencuat, Fahri Hamzah Minta Jangan Kasih Ruang: Dunia Lagi Kacau
Ia menyatakan bahwa saat ini Presiden Prabowo sedang fokus bekerja untuk mewujudkan visi kesejahteraan bagi rakyat.
"Kita sudah memiliki sirkulasi kepemimpinan nasional yang ajeg dan konstitusional. Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo sedang berusaha keras mencapai visinya sekaligus mendekati tujuan negara menciptakan masyarakat adil dan sejahtera," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina
-
Potensi Korupsi Program MBG Ramai Dilaporkan ke KPK, Ini Alasan Belum Ada Penindakan
-
13 Jukir Liar Blok M Terjaring Razia, Begini Nasibnya Kini
-
Seskab Teddy Borong 5 Sapi Kurban dari Irfan Hakim
-
Prabowo Ikut Tarik Jaring Udang di Tambak Kebumen, Kagum Panen Capai 40 Ton per Hektare