- Orang tua siswa di Binh Minh, Hanoi, Vietnam aktif mengawasi kualitas makanan dalam School Meal Project sejak dua tahun lalu.
- Wali murid membentuk tim pengawas independen untuk memeriksa keamanan pangan, dokumen pemasok, hingga melakukan uji kualitas air mandiri.
- Kegiatan rutin mencicipi makanan dan pemantauan dapur sekolah dilakukan untuk memastikan siswa mendapatkan asupan bergizi yang aman dan layak.
Suara.com - Fenomena unik terjadi di sebuah sekolah di wilayah Bình Minh, Hanoi, Vietnam saat para orang tua meninggalkan sementara pekerjaan demi memastikan kualitas makanan anak-anak mereka.
Vietnam menjadi salah satu negara tetangga Indonesia yang memiliki program makanan bergizi untuk para siswa-siswi.
Jika di Indonesia dikenal dengan sebutan MBG, di Vietnam program makanan bergizi untuk siswa-siswi bernama School Meal Project (Bua an hoc dong).
Program ini fokus pada perbaikan gizi anak sekolah, dikelola Kementerian Pendidikan (MOET) bersama sektor swasta (Ajinomoto) dan lembaga gizi nasional Vietnam.
Dilansir dari Dan Tri, selama dua tahun terakhir, mereka aktif memantau langsung dapur sekolah dan mencicipi menu harian siswa.
Salah satu orang tua mengaku rutin menyempatkan waktu untuk datang ke sekolah, bahkan harus pulang kerja lebih awal.
“Kami tidak menunggu ada masalah baru bergerak. Kegiatan ini sudah berjalan efektif selama dua tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para orang tua tergabung dalam tim pengawas keamanan pangan yang seluruh anggotanya merupakan wali murid.
Para orang tua secara berkala memeriksa dokumen legal, kesehatan staf dapur, hingga asal-usul bahan makanan.
Baca Juga: Saga Kontrak Mees Hilgers, FC Twente Tawarkan Proposal Baru di Tengah Godaan PSV Eindhoven
“Daftar pemasok harus jelas. Jika ada perubahan, wajib disertai dokumen lengkap untuk kami evaluasi,” katanya.
Tak hanya itu, para orang tua juga menginisiasi pemeriksaan kualitas air secara mandiri dengan biaya pribadi.
Pemeriksaan dilakukan rutin setiap satu hingga satu setengah bulan untuk air minum, serta enam bulan sekali untuk air penggunaan sehari-hari.
“Kami bahkan membayar sendiri untuk uji kualitas air demi memastikan keamanan anak-anak,” ungkapnya.
Pengawasan dilakukan secara acak tanpa pemberitahuan detail untuk menjaga objektivitas.
Bahkan ketua tim pun tidak mengetahui jadwal pasti kunjungan anggota.
Berita Terkait
-
Saga Kontrak Mees Hilgers, FC Twente Tawarkan Proposal Baru di Tengah Godaan PSV Eindhoven
-
Fantastis! Guru Ini Dapat Gaji Rp60 Juta Per Bulan, Kok Bisa? Begini Cara Legalnya
-
Viral Motor BGN untuk Program MBG, Dadan Hindayana: Jumlahnya Bukan 70 Ribu Unit!
-
Bak Langit dan Bumi, Ini Perbedaan Gaji Tamtama Polisi Vietnam vs Indonesia
-
Perbaikan Plafon Terminal 3 Soekarno-Hatta Ditargetkan Rampung Dua Hari
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!