- Perdana Menteri Anwar Ibrahim memastikan pasokan minyak dan gas Malaysia tetap aman dalam beberapa bulan ke depan.
- Pemerintah Malaysia menyesuaikan subsidi bahan bakar BUDI95 menjadi 200 liter per bulan mulai tanggal 1 April mendatang.
- Kondisi fiskal negara terancam tertekan akibat beban subsidi bahan bakar yang mencapai 6 miliar ringgit setiap bulannya.
Suara.com - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memastikan bahwa negaranya tidak akan mengalami krisis pasokan minyak dalam beberapa bulan ke depan, meski situasi global tengah diliputi ketidakpastian. Namun demikian, harga bahan bakar berpotensi mengalami kenaikan secara bertahap.
Menurut Anwar, kondisi ini didukung oleh kinerja kuat perusahaan energi nasional, Petronas, serta hubungan baik yang terjalin dengan negara-negara produsen minyak.
“Kami juga merupakan pengimpor bersih karena produk kami memiliki kualitas premium dan harga sedikit lebih tinggi, sehingga tetap membutuhkan impor,” ujar Anwar, dilansir dari New Straits Times.
Ia menambahkan bahwa kinerja Petronas layak diapresiasi karena mampu menjaga hubungan strategis dengan negara penghasil minyak.
“Oleh karena itu, kami tidak menghadapi krisis pasokan. Mungkin akan ada sedikit fluktuasi harga, tetapi dalam beberapa bulan ke depan, pasokan relatif aman,” lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam forum Kuala Lumpur–Ankara Dialogue 2026.
Selain itu, Anwar yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan menegaskan bahwa pasokan gas alam cair (LNG) di Malaysia juga tetap aman. Hal ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang besar, impor jangka panjang dari Australia, serta tambahan pasokan dari Kanada.
Pemerintah Malaysia juga melakukan penyesuaian kebijakan subsidi bahan bakar. Mulai 1 April, batas penggunaan program subsidi BUDI95 diturunkan dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan. Kebijakan ini diambil untuk memastikan subsidi tetap tepat sasaran di tengah gejolak pasar minyak global.
Langkah tersebut dinilai tidak akan berdampak besar bagi masyarakat, mengingat sebagian besar warga menggunakan bahan bakar di bawah 200 liter per bulan.
Baca Juga: Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam
Sebelumnya, Anwar menegaskan bahwa pasokan bensin dan solar di Malaysia masih stabil meski tekanan geopolitik global dan gangguan rantai pasok terus terjadi.
Namun, ia mengingatkan bahwa dampak konflik di Timur Tengah bisa dirasakan lebih luas jika berlangsung dalam satu hingga dua bulan ke depan.
Saat ini, pemerintah Malaysia masih menahan dampak kenaikan harga minyak dunia melalui subsidi. Namun, kebijakan tersebut dinilai tidak bisa dipertahankan dalam jangka panjang jika konflik terus berlanjut.
Pemerintah diketahui menggelontorkan hampir 6 miliar ringgit per bulan untuk subsidi bensin, solar, serta bantuan terkait lainnya guna menjaga daya beli masyarakat.
Jika kondisi ini berlanjut, total anggaran subsidi berpotensi mencapai 60 miliar ringgit dalam 10 bulan, yang dapat memberikan tekanan besar terhadap kondisi fiskal negara.
Berita Terkait
-
Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam
-
Tidak Kapok Rekrut Pemain Ilegal, Malaysia Ancang-ancang Naturalisasi Wonderkid Arsenal
-
2 Kekuarangan Timnas Futsal Indonesia Jelang Hadapi Malaysia
-
Modal Bantai Brunei, Timnas Indonesia Siap Beri Mimpi Buruk untuk Malaysia di Piala AFF Futsal 2026
-
Timnas Indonesia Menang Mudah atas Malaysia di Piala AFF Futsal 2026? Ini Prediksinya
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Indeks FTSE Russell Pertahankan IHSG di 'Secondary Emerging Market'
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Dalih Promosi Aset, ASN DKI Bawa Mobil Dinas ke Puncak saat Libur: Tapi Plat Ditukar Jadi Putih?
-
KontraS Pastikan Gibran Jenguk Andrie Yunus di Rumah Sakit, Tapi Tak Bertemu
-
Kisah Pilot AS Bertahan Hidup di Wilayah Musuh Saat Pesawat Tempur Meledak Akibat Rudal Iran
-
Pulang dari Arab Saudi, Komisi VIII DPR Pastikan Haji 2026 Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
-
Pasukan Bawah Tanah Prabowo: Narasi Mengarah Delegitimasi Pemerintah Harus Dilawan!
-
Jepang Kembali Gelontorkan Subsidi Bensin, Beban Anggaran Terancam
-
Mentan Amran: Stok Beras Capai 4,6 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah dan Aman untuk 11 Bulan
-
Jejak Navy SEAL Team Six Pasukan Pemburu Osama Bin Laden Evakuasi Pilot Amerika Yang Ditembak Iran
-
Seskab Teddy Soal Rencana Potong Gaji Menteri: Belum Ada Keputusan
-
Tak Main-main! JK Lengkapi Bukti Tambahan untuk Seret Rismon dan 4 Akun YouTube ke Polisi