- Pemerintah Jepang menambah subsidi bensin sebesar 800 miliar yen untuk menstabilkan harga di tengah lonjakan harga minyak global.
- Menteri Keuangan Jepang menyatakan ketidakpastian besaran subsidi bulanan akibat volatilitas harga minyak mentah yang sangat tinggi saat ini.
- Kebijakan ini berhasil menekan harga bensin ke kisaran 170 yen per liter namun memicu kekhawatiran terhadap kondisi fiskal negara.
Suara.com - Kekhawatiran publik di Jepang meningkat seiring kebijakan pemerintah yang kembali menggelontorkan subsidi bensin untuk menahan lonjakan harga di tengah konflik Timur Tengah.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, mengakui pemerintah belum dapat memperkirakan besaran subsidi yang dibutuhkan setiap bulan.
"Pada tahap ini, kami belum membuat perkiraan berapa banyak (subsidi) yang dibutuhkan per bulan, karena volatilitas kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate sangat tinggi," kata Katayama kepada wartawan, Selasa (7/4).
Kebijakan memperpanjang subsidi yang diputuskan pada 19 Maret memicu kekhawatiran di pasar keuangan terkait potensi memburuknya kondisi fiskal. Kenaikan harga bensin dipicu lonjakan harga minyak global setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran pada akhir Februari.
Awalnya, pemerintah Jepang mengalokasikan sekitar 280 miliar yen untuk menjaga harga bensin di kisaran 170 yen per liter. Namun, karena dana tersebut diperkirakan habis pada akhir April, pemerintah menambah sekitar 800 miliar yen dari cadangan fiskal 2025.
Sejumlah analis memperkirakan dana subsidi ini bisa terkuras dalam dua hingga tiga bulan jika harga minyak tetap tinggi, sehingga membuka peluang adanya tambahan belanja pemerintah.
Pemerintah Jepang juga tidak menutup kemungkinan menggunakan hingga 1 triliun yen dari cadangan anggaran fiskal 2026, meski dana tersebut sejatinya disiapkan untuk kondisi darurat seperti bencana besar.
Data dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menunjukkan subsidi bensin mencapai 49,8 yen per liter untuk pekan hingga Rabu (8/4), menjadi yang tertinggi sejak program ini dimulai pada Januari 2022.
Kementerian tersebut menyesuaikan besaran subsidi setiap pekan berdasarkan proyeksi harga eceran yang mengikuti pergerakan harga minyak mentah global.
Baca Juga: Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG
Berkat kebijakan ini, harga rata-rata bensin di Jepang turun ke kisaran 170 yen per liter, setelah sebelumnya sempat menyentuh rekor 190,80 yen per liter pada 16 Maret.
Survei yang dilakukan Kyodo News pada akhir pekan menunjukkan 69,6 persen responden mendukung kelanjutan subsidi untuk menjaga harga tetap terjangkau.
(Antara)
Berita Terkait
-
Apa Itu Desil dan Bagaimana Cara Mengeceknya? Jadi Acuan Pembatasan Pertalite
-
Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau
-
Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?
-
Orang Kaya Masih Nikmati Subsidi BBM, Bahlil Cari Cara Pangkas Kebocoran Ratusan Triliun
-
Mengenang Keigo Higashino, 5 Film Adapatasi Ini Suguhkan Premis Unik
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Serunya Berburu Mainan di Pameran IBTE 2026 Jakarta
-
QLola by BRI Hadirkan Pengalaman Baru untuk Perkuat Layanan Digital Bisnis
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Dokter Gigi Ini Ubah Konsep Klinik untuk Bikin Pasien Lebih Nyaman
-
Cerita Mencekam di Balik Tawuran Manggarai: Warga Saling Serang Pakai Petasan hingga Sajam
-
Sempat Damai, Tawuran Bukit Duri Pecah Lagi: Lurah Sebut Ada Provokasi Warga Luar
-
Bukan Sekadar Tempat Belanja, Wajah Baru Mal Ini Siap Jadi Destinasi Gaya Hidup yang Lebih Berwarna
-
Satyalancana untuk Dekan Unsoed Dipertanyakan di Tengah Polemik Integritas Akademik
-
Jejak Tebangan Kayu Hangus Terbakar Ditemukan di Lokasi Karhutla Jambi
-
Satu Minggu Jelang Muktamar, 4 Nama Kandidat Ketum PBNU Mengerucut, Siapa Terkuat?