- Sekda DKI Jakarta menindak oknum ASN yang diduga menyalahgunakan mobil dinas saat berlibur di Puncak, Bogor, pada April 2026.
- Oknum tersebut mengubah warna plat nomor kendaraan dari merah menjadi putih untuk menghindari pengawasan masyarakat selama masa libur.
- BPAD DKI Jakarta sedang melakukan pemeriksaan mendalam dan memproses sanksi tegas atas pelanggaran disiplin penggunaan fasilitas milik negara tersebut.
Suara.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, angkat bicara mengenai video viral seorang oknum ASN yang diduga menyalahgunakan kendaraan dinas saat libur panjang akhir pekan kemarin.
Berdasarkan hasil klarifikasi sementara dari Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Jakarta, oknum yang kedapatan membawa mobil plat merah ke kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat berdalih sedang melaksanakan tugas promosi aset daerah.
"Kebetulan DKI memiliki salah satu aset yang ada di Cimacan. Sehingga pada saat konten itu dilaksanakan, menggunakan kendaraan," ungkap Uus di Balai Kota, Selasa (7/4/2026).
Namun, yang menjadi poin krusial adalah tindakan berani oknum tersebut mengubah warna plat nomor kendaraan dinasnya secara ilegal.
"Yang jadi permasalahan, kendaraannya diubah plat menjadi plat putih," lanjut Uus.
Tindakan mengubah plat merah menjadi plat putih diduga kuat dilakukan agar keberadaan kendaraan dinas tersebut tidak mencolok dan terhindar dari pantauan masyarakat.
Langkah ini dianggap sebagai upaya kamuflase yang tidak sepatutnya dilakukan oleh seorang abdi negara, terlebih di tengah masa libur panjang yang sensitif bagi penggunaan fasilitas negara.
Kini, BPAD DKI sedang memproses sanksi dan memberikan teguran keras kepada yang bersangkutan, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sangat menyayangkan kejadian ini karena mencederai komitmen disiplin pegawai dalam menjaga aset negara.
Baca Juga: Misteri Mobil Dinas Pelat B Buat Mudik Terungkap, Pemprov DKI: Punya Instansi Lain!
Uus menambahkan, pendalaman materi pemeriksaan masih terus dilakukan untuk memastikan motif sebenarnya di balik aksi nekat tersebut.
"Itu mungkin yang sedang didalami, terkait dengan teguran yang disampaikan dari BPAD," tutupnya singkat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bukan di Istana, Prabowo Pilih Terima Tony Blair dengan Penuh Kekeluargaan di Rumah Pribadi
-
Mendadak Datangi Gedung Merah Putih KPK, Kepala BGN Nanik Sudaryati Beri Penjelasan Singkat
-
Tiga Pulau Padam dalam Dua Bulan: Ada Apa dengan Listrik Indonesia?
-
Kebakaran TPA Jatiwaringin Baru Padam 45 Persen Meski Tiga Helikopter Dikerahkan
-
Mendagri Serahkan Anugerah Adinata Syariah 2026, Dorong Pemda Kembangkan Potensi Ekonomi Syariah
-
Dua Aksi Demonstrasi di Jakarta Pusat Hari Ini, 413 Personel Gabungan Disiagakan
-
Mulai Tahun Ini, 13 Juli Resmi Diperingati sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
-
Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,59 Persen, Dukungan Pramono terhadap UMKM dan PKL Tuai Pujian
-
Fadli Zon Sebut Ziarah Gunung Kawi Merupakan Warisan Tradisi
-
Alasan Indonesia Tak Kirim Pejabat Tinggi ke Penghormatan Terakhir Ayatollah Khamenei