- Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dikabarkan dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di kota Qom sejak Selasa (7/4/2026).
- Laporan intelijen Amerika dan Israel menyebutkan Mojtaba tidak sadarkan diri, sehingga memicu ketidakpastian serta spekulasi kekosongan kekuasaan di Iran.
- Kondisi Mojtaba dan penundaan pemakaman Ali Khamenei di Qom memperumit stabilitas politik serta transisi kepemimpinan di tengah situasi perang.
Selain mengenai kesehatan Mojtaba, memo intelijen tersebut juga menyoroti keanehan dalam penanganan jenazah Ali Khamenei.
Ada laporan yang menyebutkan persiapan besar sedang dilakukan di Qom untuk membangun mausoleum raksasa bagi Ali Khamenei, dan kemungkinan anggota keluarga lainnya.
Hal ini dianggap ganjil karena sebelumnya beredar informasi bahwa pemakaman akan dilakukan di Teheran dengan upacara berkabung nasional yang masif.
Penundaan pemakaman Ali Khamenei juga memicu tanda tanya besar. Dalam tradisi Islam Syiah, jenazah seharusnya dimakamkan sesegera mungkin setelah kematian.
Pemerintah Iran berdalih, penundaan ini disebabkan oleh antisipasi jumlah pelayat yang membludak, namun pengamat politik melihat hal ini sebagai upaya rezim untuk menutupi ketidaksiapan transisi kekuasaan.
Kota Qom sendiri telah menjadi pusat dari drama suksesi pasca-Ali Khamenei. Pada awal Maret, serangan udara Israel sempat menghantam sebuah bangunan di Qom, yang dilaporkan menjadi tempat pertemuan 88 anggota Majelis Ahli.
Majelis ini adalah lembaga kunci yang bertugas memilih dan menentukan suksesi Pemimpin Tertinggi, yang menunjukkan betapa sentralnya posisi Qom dalam struktur kekuasaan klerus dan politik Iran saat ini.
Berita Terkait
-
Serangan Udara Israel di Sekolah Gaza Tewaskan 10 Orang
-
Mengapa Perang Iran Membuat Harga Plastik Naik di Asia?
-
Trump Ingin AS Pungut Tarif Kapal di Selat Hormuz, Geser Dominasi Iran di Jalur Minyak Dunia
-
Donald Trump Terancam Jadi Penjahat Perang Jika Hancurkan Infrastruktur Sipil Iran
-
Donald Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran, Ahli Hukum Sebut Berpotensi Kejahatan Perang
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
ShopeeVIP Gandeng Duolingo, Bikin Belanja Lebih Hemat & Upgrade Diri Lebih Menyenangkan
-
Plot Twist Muse Model Ngaku Dibegal di Jakbar, Hasil Visum: Itu Bisul Meletus
-
Airlangga: Kebijakan DHE dan Ekspor via Danantara Mulai Berlaku 1 Juni 2026
-
Jakarta Dikepung 24 Ribu CCTV, Polda Metro Jaya: Penjahat Tak Punya Ruang Gerak!
-
Bersih-bersih Jakarta! Polda Metro Jaya Tangkap 173 Bandit Jalanan, Sita 8 Senjata Api
-
Banten Daerah Industri, Marinus Gea Desak Program HAM Fokus Lindungi Hak Buruh
-
Eks Gubernur BI Beri Masukan ke Prabowo soal Penanganan Hadapi Krisis
-
Jakarta Barat Kini Berjuluk 'Gotham City', Hardiyanto Kenneth: Saya Jadi Batman!