- Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan berat terhadap Iran jika tidak segera membuka Selat Hormuz.
- Pemerintah AS memberikan tenggat waktu hingga Selasa malam bagi Iran untuk menyerah atau menghadapi kehancuran peradaban mereka.
- Serangan AS-Israel di Pulau Kharg menyebabkan infrastruktur vital rusak serta mengakibatkan sedikitnya 18 warga sipil meninggal dunia.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan membinaskan Iran dan seluruh warganya pada malam ini jika tidak mau mematuhi kesepakatan damai.
Trump lewat akun media sosial miliknya membuat narasi bahwa militer AS akan menghancurkan Iran dan peradabannya pada malam ini, Selasa (7/4) waktu Washington.
“Satu peradaban akan musnah malam ini, dan tidak akan pernah kembali,” tulis Trump.
“Saya tidak ingin itu terjadi, tapi kemungkinan besar akan terjadi.”
Trump masih membuka peluang bagi Iran untuk menghindari konflik lebih besar.
“Iran masih punya waktu untuk menyerah,” ujar Trump.
Trump menegaskan kesepakatan harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.
Trump memperingatkan konsekuensi serius jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi.
“Jika tidak, mereka akan menghadapi serangan yang sangat berat,” lanjut Trump.
Baca Juga: Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab
Meski demikian, Trump mengisyaratkan jalur diplomasi belum sepenuhnya tertutup.
Trump menyebut Iran masih bisa terlibat dalam negosiasi dan menunjukkan itikad baik.
“Iran adalah peserta aktif dalam perundingan. Proposal mereka adalah langkah signifikan, meski belum cukup,” ujar Trump.
Ia juga membuka kemungkinan perubahan besar di Iran.
“Mungkin sesuatu yang luar biasa bisa terjadi. Kita akan tahu malam ini,” katanya.
Sementara itu, media Iran menyebut jembatan rel dan fasilitas ekspor minyak di Pulau Kharg saat ini turut menjadi sasaran serangan AS-Israel.
Korban sipil terus bertambah dalam beberapa hari terakhir.
“Setidaknya 18 warga sipil tewas dalam satu provinsi saja,” kata seorang pejabat lokal.
Berita Terkait
-
Israel Hancurkan Sinagoge di Teheran, Taurat Bertebaran, Yahudi Iran: Zionis Biadab
-
Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz
-
13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik
-
Donald Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Teheran Siapkan Rudal Besar
-
Selat Hormuz Tak Lagi Sama: IRGC Umumkan 'Tatanan Baru' yang Mengancam AS dan Israel
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina