AS dan Iran sepakat menghentikan kontak senjata selama dua pekan melalui mediasi Pakistan.
Trump menunda pengeboman fasilitas energi Iran dengan syarat pembukaan akses penuh Selat Hormuz.
Iran tetap menyiagakan militer meski sedang melakukan proses negosiasi diplomatik di Islamabad.
Pihak Iran melalui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi juga telah memberikan konfirmasi resmi mengenai jeda militer selama empat belas hari.
Langkah diplomasi ini telah mendapatkan lampu hijau dari Pemimpin Tertinggi Iran yang baru yakni sosok Mojtaba Khamenei.
Iran memandang situasi ini sebagai sebuah keberhasilan politik yang besar bagi kedaulatan negara mereka di mata dunia internasional.
Kota Islamabad di Pakistan dipilih sebagai lokasi netral untuk menggelar pembicaraan lanjutan mengenai perjanjian perdamaian yang lebih permanen.
Terdapat aturan ketat bagi internal Iran untuk tetap waspada selama masa negosiasi berlangsung guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.
Delegasi Iran akan bertolak ke Pakistan dengan membawa semangat perjuangan nasional yang tetap membara meski dalam meja perundingan.
Pihak Teheran menegaskan bahwa mereka tetap menaruh tingkat ketidakpercayaan yang tinggi terhadap janji-janji yang diberikan oleh pihak Amerika Serikat.
"Negosiasi ini akan dimulai di Islamabad dengan tingkat ketidakpercayaan penuh terhadap pihak Amerika, dan Iran akan mengalokasikan waktu dua minggu untuk proses tersebut. Periode ini dapat diperpanjang atas kesepakatan kedua pihak," tulis pernyataan resmi tersebut dikutip dari Al Jazeera.
Seluruh elemen masyarakat dan elite politik di Iran diminta untuk bersatu padu mendukung langkah yang diambil pemerintah pusat.
Baca Juga: Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
Narasi persatuan nasional terus digaungkan agar tidak ada celah bagi pihak asing untuk memecah belah kekuatan domestik Iran.
Pihak otoritas tertinggi revolusi akan mengawasi secara langsung setiap progres yang dihasilkan dalam pertemuan diplomatik di negara tetangga tersebut.
Keberhasilan politik dalam negosiasi ini dipandang sebagai bentuk lain dari kemenangan militer yang selama ini dilakukan di lapangan.
"Jika penyerahan musuh di lapangan dapat dikonversi menjadi pencapaian politik yang menentukan dalam negosiasi, maka kita akan merayakan kemenangan bersejarah ini bersama. Jika tidak, kita akan terus berjuang berdampingan di lapangan hingga seluruh tuntutan bangsa Iran terpenuhi," tegas pernyataan itu.
Iran memberikan peringatan keras bahwa kesiapan tempur mereka tidak akan menurun sedikit pun meski gencatan senjata sedang berlangsung.
"Tangan kami tetap berada di pelatuk, dan setiap kesalahan sekecil apa pun dari pihak musuh akan dibalas dengan kekuatan penuh," tambah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan jaminan bahwa operasi defensif mereka akan berhenti jika ancaman dari luar juga lenyap.
Penghentian serangan terhadap wilayah kedaulatan Iran menjadi syarat utama agar stabilitas keamanan di kawasan tersebut bisa tetap terjaga.
Pihak militer Iran akan mulai mengatur koordinasi teknis untuk memastikan kapal-kapal internasional dapat melintas di Selat Hormuz lagi.
"Selama periode dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran serta dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis," tambah Araghchi.
Upaya ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi pemulihan ekonomi global yang sempat terganggu akibat blokade jalur energi utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
KPK Doakan Gus Yaqut Cepat Sembuh agar Proses Hukum Kasus Korupsi Haji Segera Rampung
-
Momen Akrab Gibran, Puan, Muzani, dan Sultan di Parlemen, Ternyata Bahas Soal Ini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka