- AS melancarkan serangan besar-besaran ke pusat ekspor minyak Iran di Pulau Kharg, menargetkan fasilitas militer strategis.
- Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman keras yang mengindikasikan potensi serangan ke area sipil, yang kemudian diklarifikasi oleh Wapres JD Vance.
- Garda Revolusi Iran merespons dengan ancaman balasan yang menargetkan infrastruktur energi AS dan sekutunya di Timur Tengah.
Suara.com - Eskalasi konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas usai serangan udara masif yang dilancarkan ke pusat vital ekspor minyak Iran, Pulau Kharg, pada Selasa (7/4) malam waktu setempat.
Namun, yang lebih mengejutkan adalah ancaman keras yang dilontarkan oleh Presiden Donald Trump melalui media sosial, yang secara tersirat mengindikasikan potensi serangan terhadap pemukiman sipil.
Ancaman tersebut memaksa Wakil Presiden JD Vance untuk segera turun tangan dan memberikan klarifikasi resmi guna meredam kepanikan global.
Pulau Kharg, yang mengendalikan sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran, menjadi sasaran utama dengan sekitar 50 serangan yang dilaporkan menghantam berbagai target militer strategis.
Seorang pejabat AS menyebutkan bahwa serangan itu secara spesifik menargetkan bunker militer, fasilitas penyimpanan, sistem pertahanan udara, dan instalasi penting lainnya di sisi utara pulau.
Tak lama setelah serangan dimulai, Presiden Trump menyampaikan sebuah peringatan yang sangat mengerikan melalui akun media sosialnya.
"Satu peradaban akan musnah malam ini, tidak akan pernah kembali," tulisnya, seraya mendesak Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz sebelum pukul 20.00 waktu AS.
Trump bahkan menyinggung kemungkinan adanya perubahan rezim total di Iran, menyebut bahwa "sesuatu yang revolusioner bisa terjadi."
Cuitan bernada ancaman terhadap "satu peradaban" inilah yang langsung memicu reaksi keras dan kekhawatiran akan adanya serangan yang menyasar area sipil.
Baca Juga: Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden JD Vance langsung menggelar konferensi pers darurat untuk memberikan penjelasan.
Vance dengan tegas mengklarifikasi bahwa serangan yang terjadi di Pulau Kharg tidak menandai adanya perubahan strategi Washington secara fundamental.
“Ini adalah bagian dari rencana untuk menyerang target militer di Kharg Island. Tidak ada perubahan arah kebijakan,” ujarnya, seolah meralat pernyataan atasannya.
Di sisi lain, laporan dari media lokal Iran menyebutkan bahwa serangan udara tidak hanya terpusat di Pulau Kharg.
Jembatan, bandara, hingga fasilitas petrokimia di berbagai wilayah dilaporkan ikut menjadi sasaran, dengan sedikitnya dua korban jiwa dilaporkan tewas di kota Kashan.
Korps Garda Revolusi Iran pun merespons keras serangan tersebut dengan ancaman balasan yang tak kalah mengerikan.
Dalam pernyataan resminya, mereka mengancam akan menargetkan seluruh infrastruktur energi milik Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di kawasan Timur Tengah.
“Kami akan melakukan sesuatu yang membuat Amerika dan sekutunya kehilangan minyak dan gas di kawasan selama bertahun-tahun,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
(Kontributor: Adam Ali)
Berita Terkait
-
Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
-
Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
-
Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
-
Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami