- Anggota DPR Yassamin Ansari mengajukan pemakzulan terhadap Menteri Perang Pete Hegseth atas tuduhan pelanggaran sumpah jabatan terkait konflik Iran.
- Ansari menuding kebijakan agresif Presiden Donald Trump membahayakan prajurit Amerika Serikat dan berpotensi dikategorikan sebagai tindakan kejahatan perang.
- Pentagon menanggapi tuntutan pemakzulan tersebut sebagai manuver politik semata dan menegaskan komitmen Hegseth untuk terus menghadapi rezim Iran.
Suara.com - Ketegangan politik internal di Amerika Serikat memanas seiring konflik dengan Iran, setelah anggota DPR dari Partai Demokrat, Yassamin Ansari, mendorong pemakzulan Menteri Perang Pete Hegseth.
Langkah ini muncul di tengah eskalasi militer yang dipicu kebijakan agresif Presiden Donald Trump.
Ansari, politisi keturunan Iran pertama yang terpilih di Kongres, menuduh Hegseth sebagai pendorong utama di balik aksi militer yang ia sebut berbahaya.
"Saya mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Pete Hegseth karena berulang kali melanggar sumpah jabatan dan kewajibannya terhadap Konstitusi,” ujarnya dilansir dari NY Post.
Ansari juga menegaskan bahwa hanya Kongres yang berwenang menyatakan perang.
“Bukan presiden yang bertindak sendiri atau para pendukungnya. Tindakan sembrono ini membahayakan prajurit AS dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,”
Selain pemakzulan, Ansari mendesak kabinet untuk mempertimbangkan penggunaan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.
Pernyataan itu merespons ancaman keras Trump terhadap Iran, termasuk ultimatum terkait pembukaan Selat Hormuz.
Dalam beberapa hari terakhir, Trump meningkatkan retorikanya secara tajam.
Baca Juga: Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg
Trump bahkan menyatakan bahwa satu peradaban bisa musnah malam ini, jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS untuk menyerah.
Pihak Pentagon menanggapi santai dorongan pemakzulan tersebut.
Juru bicara Kingsley Wilson menyebut langkah Ansari sebagai manuver politik.
“Ini hanya upaya politisi Demokrat untuk mencari perhatian. Menteri Hegseth akan terus melindungi negara dan menghadapi rezim Iran,” ujarnya.
Kontributor: Adam Ali
Berita Terkait
-
Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan
-
Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu
-
Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina