News / Internasional
Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB
Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • Anggota DPR Yassamin Ansari mengajukan pemakzulan terhadap Menteri Perang Pete Hegseth atas tuduhan pelanggaran sumpah jabatan terkait konflik Iran.
  • Ansari menuding kebijakan agresif Presiden Donald Trump membahayakan prajurit Amerika Serikat dan berpotensi dikategorikan sebagai tindakan kejahatan perang.
  • Pentagon menanggapi tuntutan pemakzulan tersebut sebagai manuver politik semata dan menegaskan komitmen Hegseth untuk terus menghadapi rezim Iran.

Suara.com - Ketegangan politik internal di Amerika Serikat memanas seiring konflik dengan Iran, setelah anggota DPR dari Partai Demokrat, Yassamin Ansari, mendorong pemakzulan Menteri Perang Pete Hegseth.

Langkah ini muncul di tengah eskalasi militer yang dipicu kebijakan agresif Presiden Donald Trump.

Ansari, politisi keturunan Iran pertama yang terpilih di Kongres, menuduh Hegseth sebagai pendorong utama di balik aksi militer yang ia sebut berbahaya.

"Saya mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Pete Hegseth karena berulang kali melanggar sumpah jabatan dan kewajibannya terhadap Konstitusi,” ujarnya dilansir dari NY Post.

Ansari juga menegaskan bahwa hanya Kongres yang berwenang menyatakan perang.

“Bukan presiden yang bertindak sendiri atau para pendukungnya. Tindakan sembrono ini membahayakan prajurit AS dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,”

Selain pemakzulan, Ansari mendesak kabinet untuk mempertimbangkan penggunaan Amandemen ke-25 guna mencopot Trump dari jabatannya.

Pernyataan itu merespons ancaman keras Trump terhadap Iran, termasuk ultimatum terkait pembukaan Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, Trump meningkatkan retorikanya secara tajam.

Baca Juga: Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg

Trump bahkan menyatakan bahwa satu peradaban bisa musnah malam ini, jika Iran tidak memenuhi tuntutan AS untuk menyerah.

Pihak Pentagon menanggapi santai dorongan pemakzulan tersebut.

Juru bicara Kingsley Wilson menyebut langkah Ansari sebagai manuver politik.

“Ini hanya upaya politisi Demokrat untuk mencari perhatian. Menteri Hegseth akan terus melindungi negara dan menghadapi rezim Iran,” ujarnya.

Kontributor: Adam Ali

Load More