- Menteri Haji dan Umrah memaparkan potensi kenaikan biaya penerbangan haji 2026 hingga 51,48 persen akibat konflik Timur Tengah.
- Gejolak ekonomi dan perubahan rute penerbangan memicu lonjakan biaya operasional yang signifikan bagi maskapai Garuda dan Saudi.
- Presiden Prabowo berkomitmen agar kenaikan biaya penerbangan tersebut tidak dibebankan langsung kepada calon jemaah haji Indonesia.
Suara.com - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf memaparkan adanya tekanan besar terhadap biaya penyelenggaraan haji tahun 2026, khususnya pada komponen penerbangan.
Dampak konflik di Timur Tengah serta gejolak ekonomi global memicu skenario kenaikan biaya penerbangan hingga 51,48 persen dari target semula.
Hal itu disampaikan Menhaj dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Irfan menjelaskan bahwa pagu awal biaya rata-rata penerbangan haji per jemaah dipatok pada kisaran Rp33,5 juta. Namun, situasi geopolitik memaksa adanya penyesuaian teknis dan finansial yang signifikan.
"Kondisi politik memungkinkan dilakukan rerouting (perubahan rute) penerbangan untuk menghindari wilayah udara konflik. Perubahan rute ini menyebabkan penambahan waktu perjalanan sekitar 4 jam dan penambahan konsumsi avtur sekitar 12 ribu ton," ujar Irfan dalam rapat.
Irfan merinci dua skenario biaya penerbangan berdasarkan kondisi di lapangan:
Skenario tanpa perubahan rute: biaya rata-rata per jemaah diperkirakan naik menjadi Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen akibat lonjakan harga avtur global, biaya war risk (risiko perang), dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Skenario perubahan rute: jika maskapai harus menghindari wilayah konflik, biaya melonjak hingga Rp50,8 juta per jemaah, atau naik sebesar 51,48 persen.
Terkait kondisi ini, dua maskapai penyalur utama telah mengajukan usulan tambahan biaya. Garuda Indonesia mengusulkan tambahan sebesar Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudi Airlines mengusulkan tambahan sebesar 480 dolar AS per jemaah.
Baca Juga: 'Prabowo Subianto' Jadi Model Drummer Video Klip LEGO soal Perang Iran vs Amerika - Israel
"Kondisi ini menegaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks, sehingga diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga keberlanjutan pembiayaan haji," tegasnya.
Meski menghadapi tekanan fiskal yang besar, Irfan membawa kabar baik bagi para calon jemaah haji.
Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus agar kenaikan biaya tersebut tidak dibebankan langsung kepada jemaah.
"Terkait kemungkinan penambahan biaya penerbangan, pemerintah sudah mulai membahas ini. Intinya, Presiden Prabowo berharap apa pun yang terjadi, jika terjadi kenaikan, beliau minta tidak dibebankan kepada jemaah haji kita," ungkapnya.
Irfan menambahkan bahwa komitmen Presiden ini tengah ditindaklanjuti oleh kementerian bersama tim teknis untuk menghitung secara presisi total kebutuhan dana yang diperlukan guna menutupi selisih biaya tersebut.
Mengenai klausul kontrak, Menhaj menjelaskan bahwa perjanjian antara kementerian dengan pihak Garuda Indonesia maupun Saudi Airlines sebenarnya telah mengatur klausul force majeure (keadaan kahar) yang memungkinkan adanya musyawarah untuk penyesuaian harga.
Berita Terkait
-
'Prabowo Subianto' Jadi Model Drummer Video Klip LEGO soal Perang Iran vs Amerika - Israel
-
Zulhas: Berkat Prediksi Jitu Prabowo, RI Lebih Tangguh Hadapi Gejolak Global
-
Prabowo Buka Akses Istana untuk Pelajar, Ada Tur Edukatif hingga Diskusi
-
DPR Ungkap Persiapan Haji 2026 Belum 100 Persen Maksimal: Tenda di Arafah-Mina Masih Bermasalah
-
Pulang dari Arab Saudi, Komisi VIII DPR Pastikan Haji 2026 Aman di Tengah Konflik Timur Tengah
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
Terkini
-
2 Masalah Besar Ini Jadi Alasan Donald Trump Pilih Damai Sementara dengan Iran
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
Keracunan MBG di Jakarta Timur Berangsur Pulih, Mayoritas Pasien Segera Pulang
-
BPOM Perluas Vaksin Campak untuk Dewasa, Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas
-
Dalih AI Tak Mempan! JK Resmi Polisikan Rismon Sianipar: Dia Hanya Bantah Pembuatnya, Bukan Isinya!
-
30 Negara Bersatu Rancang Strategi Pembukaan Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
-
KPK Ungkap Ada Saksi Kasus Suap Ijon Bekasi Diintimidasi, Rumahnya Dibakar
-
Terungkap! AS Sudah 'Ngemis' Minta Ampun Sejak Hari ke-10 Perang, Kini Tunduk pada 10 Syarat Iran
-
Unggah Pernyataan Iran di Medsos Pribadi, Donald Trump Diledek Jadi 'Jubir Iran'
-
Gencatan Senjata AS-Iran Bisa Goyang Netanyahu, Ini Analisis Pengamat!