- POM TNI dan Propam Polri menggelar pertemuan strategis di Jakarta pada Rabu, 8 Maret 2026 untuk memperkuat sinergisitas.
- Koordinasi ini bertujuan menyelaraskan visi dalam pengawasan disiplin guna meminimalisir potensi gesekan antar-aparat di lapangan.
- Sinergitas yang solid diharapkan mampu meningkatkan stabilitas nasional serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi keamanan negara.
Suara.com - Pusat Polisi Militer (POM) TNI bersama Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri secara resmi memperkuat komitmen sinergisitas dan soliditas antar-institusi dalam sebuah pertemuan strategis di Jakarta.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap dinamika tugas di lapangan yang dinilai semakin kompleks dan menantang.
Penguatan hubungan dua lembaga pengawas internal ini dipandang krusial untuk memastikan stabilitas nasional tetap terjaga, terutama dalam menghadapi berbagai isu keamanan yang berkembang di kota-kota besar di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (8/3/2026) ini dikemas dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal Lebaran 1447 H yang dipadukan dengan sesi Coffee Morning.
Agenda ini bukan sekadar seremoni rutin pasca-hari raya, melainkan menjadi momentum strategis untuk mempererat jalur komunikasi serta koordinasi antara jajaran TNI dan Polri.
Dalam suasana yang formal namun inklusif, kedua belah pihak membahas berbagai langkah taktis untuk menyelaraskan persepsi dalam menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan disiplin di masing-masing institusi.
Kompleksitas tugas yang dihadapi oleh aparat keamanan saat ini menuntut adanya kesamaan visi antara POM TNI dan Propam Polri.
Sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas prajurit dan personel kepolisian, kolaborasi yang erat antara kedua lembaga ini diharapkan dapat meminimalisir potensi gesekan di lapangan serta meningkatkan efektivitas penanganan berbagai persoalan hukum yang melibatkan anggota.
Fokus utama dari koordinasi ini adalah menciptakan harmoni yang berdampak langsung pada rasa aman masyarakat luas.
Baca Juga: Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
Danpuspomad Mayjen TNI Eka Wijaya Permana dalam kesempatan tersebut memberikan penekanan khusus mengenai aspek operasional.
Ia menggarisbawahi bahwa kebersamaan bukan hanya slogan, melainkan kebutuhan mutlak dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Menurutnya, menjaga kebersamaan serta kesamaan langkah dalam pelaksanaan tugas di lapangan adalah kunci agar setiap kebijakan negara dapat terimplementasi dengan baik tanpa kendala koordinasi antar-instansi.
Di sisi lain, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Kadim menyoroti aspek yang lebih luas terkait posisi Indonesia di kancah internasional.
Ia menegaskan bahwa tantangan global yang ada saat ini, mulai dari isu keamanan siber hingga dinamika sosial-politik, menuntut kesiapan, adaptivitas, dan respons cepat dari seluruh elemen negara.
Polri dan TNI, melalui fungsi Propam dan POM, harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman agar tetap relevan dalam melindungi kepentingan nasional.
Berita Terkait
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Jusuf Kalla Resmi Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri: Bagi Saya Ini Penghinaan!
-
Ungkit Omongan Prabowo, KontraS Polisikan 4 Anggota BAIS Pakai Pasal Percobaan Pembunuhan-Terorisme!
-
'Mata Andrie Adalah Mata Rakyat!' Keluarga Korban Kekerasan TNI Bersatu Tolak Peradilan Militer
-
Novel Ungkap Kejanggalan Kasus Andrie Yunus: Berkas Dilimpah, Padahal Korban Belum Diperiksa?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah