- Presiden Donald Trump secara mengejutkan menerima sepuluh tuntutan Iran untuk gencatan senjata pada Rabu, 8 April 2026.
- Pemerintah AS melakukan pembersihan pejabat militer senior yang dinilai kritis terhadap rencana invasi darat ke wilayah Iran.
- Analis menilai invasi darat ke Iran berisiko tinggi memicu bencana militer serta memberikan beban ekonomi yang sangat besar.
Tindakan ini memicu kritik tajam dari kalangan internal militer. Seorang pejabat anonim yang dikutip oleh media AS melontarkan pertanyaan retoris yang menyudutkan.
“Mengapa memecat orang yang bertanggung jawab melindungi pasukan kita di tengah zona perang?”
Bayang-bayang Invasi Darat ke Iran
Para analis meyakini bahwa alasan utama di balik "pembersihan" ini adalah persiapan untuk invasi darat ke wilayah Iran.
Saat konflik memasuki bulan kedua, ekspektasi akan adanya operasi darat terbatas hingga invasi skala penuh, terus meningkat.
Namun, kalkulasi militer profesional menunjukkan bahwa langkah tersebut bisa menjadi "operasi bunuh diri".
Perang Iran yang telah melewati satu bulan pertama, membuat Presiden Trump terdesak oleh jadwal yang ia tetapkan sendiri, yakni menyelesaikan konflik dalam waktu empat hingga enam minggu.
Para ahli memperingatkan, kampanye darat apa pun akan sangat mahal, baik dari sisi nyawa prajurit, uang, maupun material.
Iran memiliki medan geografis yang sangat sulit, dan dipersenjatai dengan arsenal drone serta rudal yang mumpuni.
Baca Juga: Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
Salah satu ancaman paling mematikan adalah drone First-Person-View (FPV)—senjata murah namun berkekuatan tinggi yang telah terbukti menghancurkan militer Rusia di Ukraina.
Selain itu, ancaman bom bunuh diri, IED di pinggir jalan, dan serangan gerilya darat akan membuat setiap jengkal wilayah Iran menjadi neraka bagi pasukan AS.
Seorang pengamat politik kepada Middle East Monitor, Rabu (8/4/2026), mengungkap kekhawatiran yang berkembang di Pentagon.
"Sangat mungkin bahwa para jenderal berpengalaman memberitahu Hegseth bahwa rencana perang Iran-nya tidak dapat dijalankan, membawa bencana, dan mematikan.”
Peringatan dari Teheran dan Beban Ekonomi
Iran sendiri tidak tinggal diam melihat pergeseran strategi di Washington. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras bahwa Teheran telah siap menghadapi kemungkinan terburuk jika tentara Amerika benar-benar menginjakkan kaki di tanah mereka.
Tag
Berita Terkait
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Kilang Minyak Iran Diserang Usai Gencatan Senjata Diumumkan
-
Siapa Shehbaz Sharif? Tokoh Kunci di Balik Gencatan Senjata AS-Iran
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon
-
Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
-
Usai 9 WNI Dipulangkan, Wanda Hamidah Serukan Konvoi Lebih Besar ke Palestina