- Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengumumkan gencatan senjata resmi antara Amerika Serikat dan Iran pada Rabu, 8 April.
- Kesepakatan tersebut berlaku segera di wilayah Lebanon serta berbagai area konflik lain yang melibatkan kedua pihak tersebut.
- Shehbaz Sharif berperan sebagai tokoh kunci yang berhasil memediasi penghentian perang antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran.
Suara.com - Perang antara AS-Israel melawan Iran akhirnya resmi berhenti sementara. AS dan Iran sama-sama sepakat untuk melakukan gencatan senjata.
Pengumuman gencatan senjata AS dan Iran diumumkan oleh Shehbaz Sharif.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun termasuk Lebanon dan wilayah lainnya, berlaku segera,” kata Sharif melalui platform media sosial X pada Rabu (8/4).
Bisa dibilang Shehbaz Sharif merupakan tokoh kunci di balik gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Lantas siapa Shehbaz Sharif?
Shehbaz Sharif merupakan PM Pakistan. Sharif resmi menjabat sebagai Perdana Menteri Pakistan untuk kedua kalinya pada Maret 2024.
Shehbaz bukan nama baru dalam politik Pakistan. Ia sebelumnya menjabat perdana menteri pada 2022–2023 setelah menggantikan Imran Khan melalui mosi tidak percaya di parlemen.
Karier politiknya dimulai sejak akhir 1980-an, ketika ia terpilih sebagai anggota parlemen daerah Punjab.
Sharif kemudian menjabat sebagai Kepala Menteri Punjab selama tiga periode, menjadikannya salah satu pemimpin daerah terlama dalam sejarah Pakistan.
Baca Juga: Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
Sebagai adik dari Nawaz Sharif, Shehbaz merupakan bagian dari dinasti politik berpengaruh di negara tersebut.
Keluarganya dikenal luas melalui Partai Pakistan Muslim League (N) (PML-N).
Dalam perjalanan kariernya, Shehbaz juga sempat mengalami pengasingan politik usai kudeta militer 1999.
Sharif dan keluarganya tinggal di Arab Saudi sebelum akhirnya kembali ke Pakistan pada 2007.
Selain ekonomi, ia juga fokus pada program pemberdayaan pemuda, reformasi energi, serta penguatan hubungan luar negeri, termasuk dengan China, Amerika Serikat, dan negara-negara Timur Tengah.
Meski demikian, kepemimpinannya tidak lepas dari kritik. Sejumlah pihak menyoroti kebijakan politik dan hubungan erat pemerintahannya dengan militer, serta tuduhan kemunduran demokrasi.
Berita Terkait
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
-
Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
-
Iran Buka Selat Hormuz, Bagaimana Nasib 2 Kapal Pertamina?
-
Selat Hormuz Kembali Dibuka 2 Pekan, Legislator DPR: Ini Peluang Sekaligus Ujian Buat Indonesia
-
Donald Trump Sebut Ada Peran China di Balik Gencatan Senjata Iran dan Amerika Serikat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan
-
Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik