- Pemerintah Israel menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran atas inisiatif Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Kesepakatan tersebut memicu protes keras dari oposisi politik Israel yang menuding Perdana Menteri Netanyahu gagal memenuhi janji keamanan.
- Israel menegaskan bahwa gencatan senjata terbatas tersebut tidak berlaku bagi pertempuran melawan Hizbullah di wilayah Lebanon.
Netanyahu secara terbuka menggambarkan program nuklir Teheran sebagai "ancaman eksistensial" yang tidak bisa ditoleransi.
Selain isu nuklir, Netanyahu juga menargetkan netralisasi total kemampuan rudal balistik Iran yang mampu menjangkau wilayah Israel.
Ambisi politiknya mencakup pelemahan rezim di Teheran hingga memutus jaringan pengaruh regional Iran di Timur Tengah, termasuk dukungan terhadap kelompok-kelompok proksi. Namun, dengan adanya gencatan senjata ini, Lapid menilai semua target tersebut kini menguap.
"Akan butuh waktu bertahun-tahun bagi kita untuk memperbaiki kerusakan politik dan strategis yang disebabkan Netanyahu karena kesombongan, kelalaian, dan kurangnya perencanaan strategis," kata Lapid.
Kritik senada juga datang dari Yair Golan, Ketua Partai Demokrat Israel.
Ia memandang langkah Netanyahu menyetujui gencatan senjata sebagai bentuk pengkhianatan terhadap janji kemenangan mutlak yang selama ini dipromosikan ke publik Israel. Golan menyebut situasi ini sebagai "kegagalan strategis" yang sangat fatal.
"Dia menjanjikan kemenangan bersejarah dan keamanan untuk generasi mendatang, dan dalam praktiknya, kita mendapatkan salah satu kegagalan strategis paling parah yang pernah dialami Israel. Ini adalah kegagalan total yang membahayakan keamanan Israel selama beberapa tahun ke depan," kritik Golan.
Suara penolakan juga datang dari Avigdor Liberman, anggota parlemen Israel sekaligus tokoh oposisi yang dikenal memiliki pandangan keras terhadap isu keamanan.
Liberman mengkhawatirkan bahwa jeda pertempuran selama dua minggu ini hanyalah taktik bagi Iran untuk memulihkan kekuatan militer mereka yang sempat tertekan.
Baca Juga: Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
Ia menilai gencatan senjata itu memberikan rezim Iran "kesempatan untuk melakukan regroup".
Bagi Liberman, kesepakatan yang ada saat ini sangat cacat karena tidak menyentuh akar permasalahan yang mengancam kedaulatan Israel. Ia menuntut syarat yang jauh lebih ketat jika ingin melakukan negosiasi dengan pihak Teheran.
"Kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penolakan penghancuran Iran, pengayaan uranium, produksi rudal balistik, dan dukungan untuk organisasi teroris di kawasan itu, berarti kita harus kembali ke kampanye lainnya dalam kondisi yang lebih sulit dan membayar harga yang lebih mahal," ujarnya.
Berita Terkait
-
Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
-
Negara Teluk Sambut Gencatan Senjata Iran-AS, Dorong Diplomasi Menuju Perdamaian Permanen
-
Turki Kecam Israel yang Rusak Semua Upaya Akhiri Konflik Timteng
-
Hizbullah Ancam Israel: Jika Langgar Gencatan Senjata, Iran Siap Turun Tangan
-
Gencatan Senjata AS-Iran: Daftar 10 Tuntutan Teheran yang Disetujui Trump dan Fakta Terbarunya
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!