-
Donald Trump mengeklaim seluruh misi militer Amerika Serikat di Iran telah berhasil diselesaikan sepenuhnya.
-
Presiden AS menyambut positif proposal sepuluh poin Iran sebagai landasan kuat untuk negosiasi damai.
-
Amerika Serikat tetap bersiaga meluncurkan aksi militer kembali jika proses gencatan senjata mengalami kegagalan.
Suara.com - Donald Trump secara resmi mengumumkan keberhasilan besar Amerika Serikat dalam menuntaskan seluruh agenda militernya di Iran.
Pemimpin Negeri Paman Sam tersebut memandang situasi terbaru di Timur Tengah ini sebagai sebuah keberhasilan yang sangat mutlak.
Melalui saluran komunikasi telepon dengan media internasional, ia memberikan perkembangan terkini terkait kondisi keamanan pasca penghentian kontak senjata.
Trump merasa sangat puas dengan efektivitas gencatan senjata yang saat ini sedang berlangsung di wilayah konflik tersebut.
Ia menilai bahwa strategi yang dijalankan oleh angkatan bersenjata Amerika telah membuahkan hasil sesuai rencana awal.
Presiden menegaskan bahwa tidak ada lagi misi bersenjata yang tersisa karena semuanya sudah diselesaikan secara tuntas.
Pernyataan ini mencerminkan rasa percaya diri Gedung Putih terhadap posisi tawar mereka di hadapan pemerintah Teheran.
Tokoh Partai Republik tersebut secara gamblang memberikan pernyataan resmi mengenai posisi kekuatan militer negaranya saat ini.
“Kami telah melakukan semua yang ingin kami lakukan secara militer,” kata Trump dikutip dari Anadolu.
Baca Juga: Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
Pernyataan itu menegaskan bahwa kekuatan fisik bukan lagi menjadi prioritas utama selama kesepakatan damai tetap terjaga.
Gedung Putih kini mulai melirik jalur diplomasi setelah menganggap operasi lapangan mereka telah mencapai titik final.
Ada sebuah dokumen berisi sepuluh poin usulan dari pihak Iran yang kini menjadi perhatian serius bagi Trump.
Ia melihat adanya peluang besar dalam draf tersebut untuk dijadikan fondasi kuat dalam memulai dialog panjang ke depan.
Ternyata sebagian besar dari poin yang diajukan oleh Teheran sudah memasuki tahap pembicaraan yang sangat mendalam.
Trump memberikan penilaian positif terhadap substansi dari proposal yang ditawarkan oleh pihak lawan bicara mereka itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Listrik Sumatra Utara Sudah Pulih 100 Persen, PLN Minta Warga Waspada Hoaks
-
Penuh Haru! 9 WNI Korban Penyekapan Israel Akhirnya Tiba di Indonesia
-
Tepis Mitos 'Lebih Aman', BPOM: 5 Juta Anak Darurat Merokok Akibat Tipu Daya Vape!
-
KUPI: Kekerasan Seksual di Pesantren Adalah Bentuk Penistaan Agama!
-
Wafat Jelang Puncak Armuzna, Jemaah Haji Asal Pekanbaru Bakal Dibadalhajikan
-
Usut Penyebab Blackout Sumatra, Bareskrim Periksa Bukti Sutet Putus di Jambi
-
Pesantren Dikepung Kekerasan Seksual, KUPI: SOP dan Bu Nyai Jadi Solusi Utama
-
BGN Segera Susun Bank Menu, Pengawas Gizi Kini Tak Pusing Lagi
-
Dedi Mulyadi Dorong Kajian Akademik Prasasti Batutulis dan Mahkota Binokasih
-
Bulog Ajak Mahasiswa dan Kampus untuk Mendukung Swasembada Pangan Berkelanjutan