-
Donald Trump mengeklaim seluruh misi militer Amerika Serikat di Iran telah berhasil diselesaikan sepenuhnya.
-
Presiden AS menyambut positif proposal sepuluh poin Iran sebagai landasan kuat untuk negosiasi damai.
-
Amerika Serikat tetap bersiaga meluncurkan aksi militer kembali jika proses gencatan senjata mengalami kegagalan.
“Itu adalah poin-poin yang sangat baik, dan sebagian besar di antaranya telah sepenuhnya dinegosiasikan,” katanya.
Trump juga menepis anggapan banyak pihak yang menilai keinginan Iran terlalu berlebihan atau sulit untuk dipenuhi.
Ia secara terbuka menolak untuk memberikan label maksimalis terhadap daftar permintaan yang disodorkan oleh pihak Iran.
Baginya, fleksibilitas dalam bernegosiasi menjadi kunci utama agar ketegangan di kawasan tersebut tidak kembali memanas.
Meskipun optimis, Presiden tetap memberikan catatan keras mengenai masa depan perdamaian yang saat ini masih sangat rapuh.
Trump memberikan peringatan yang sangat tegas apabila proses perdamaian dan dialog ini mengalami jalan buntu.
Amerika Serikat tidak akan ragu untuk menarik diri dari meja perundingan jika komitmen gencatan senjata dilanggar.
Kesiapan tempur pasukan Amerika dikabarkan tetap berada pada level yang siaga meski situasi terlihat mulai mendingin.
Intervensi senjata akan kembali menjadi opsi utama jika kepentingan nasional Washington merasa terancam di tengah proses ini.
Baca Juga: Gencatan Senjata dengan Iran Disepakati, Netanyahu Dihujani Badai Kritik di Israel
Keberlanjutan stabilitas sangat bergantung pada kepatuhan semua pihak terhadap kesepakatan yang telah disetujui bersama sebelumnya.
Trump menekankan bahwa militer Amerika memiliki kemampuan untuk bergerak cepat kembali ke medan tempur jika diperlukan.
Proses transisi dari mode damai ke mode serangan dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat oleh pasukannya.
Ketegasan ini dimaksudkan agar pihak lawan tidak bermain-main dengan janji-janji yang telah tertuang dalam draf negosiasi.
Beliau menyatakan bahwa jika gencatan senjata dan negosiasi "tidak berjalan dengan baik, kami akan langsung kembali ke sana dengan sangat mudah."
Kata-kata penutup dari Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington tetap memegang kendali penuh atas situasi global.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
-
China Veto Resolusi Selat Hormuz Karena Ogah Legalkan Aksi Militer Ilegal AS dan Israel
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai