- Sebuah warteg di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, terbakar pada Kamis dini hari akibat ledakan kompor gas.
- Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 38 personel dan 10 unit mobil untuk memadamkan api dengan cepat dan efektif.
- Peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan seluas 90 meter persegi tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.
Suara.com - Si jago merah mengamuk dan menghanguskan sebuah bangunan warung tegal atau warteg di Jalan RS Fatmawati Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026) dini hari.
Kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas saat pemilik warung sedang memasak kentang.
"Kronologinya, pemilik sedang menggoreng kentang lalu ditinggal tidur sebentar. Tidak lama kemudian terdengar ledakan dari kompor tersebut yang memicu kobaran api hingga terjadi kebakaran," jelas Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal saat dikonfirmasi.
Pemadam kebakaran pertama kali menerima informasi terkait amuk api dari laporan warga pada pukul 00.04 WIB.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan total 38 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut.
"Unit pertama tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 00.11 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman," jelas Asril.
Petugas mulai melakukan penyemprotan pada pukul 00.14 WIB dan berhasil melokalisir perambatan api hanya dalam waktu dua menit kemudian.
Setelah melalui proses pendinginan yang intensif, operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya dan berstatus hijau pada pukul 00.52 WIB.
Meski menghanguskan bangunan seluas 90 meter persegi, dipastikan tidak ada penghuni yang menjadi korban dalam peristiwa ini.
Selain untuk operasional warteg, objek yang terbakar diketahui juga berfungsi sebagai tempat tinggal yang dihuni empat orang dalam keseharian.
"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini (nihil). Untuk taksiran kerugian materiil masih dalam proses penghitungan," pungkas Asril.
Berita Terkait
-
Perubahan Iklim Memperluas Risiko Kebakaran Hutan: Ribuan Spesies Terancam Punah
-
Anggota Damkar Dibegal Saat Pulang Tugas Dini Hari, Kadis Gulkarmat Minta Kasus Diusut
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Polres Jakarta Barat Terbakar: Api Berhasil Dipadamkan dalam 30 Menit, Tak Ada Korban Jiwa
-
Pramono Desak Polisi Usut Begal Sadis Petugas Damkar di Gambir: Tak Boleh Ada Main Hakim Sendiri!
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang
-
Teka-teki Pengganti Anwar Usman: Istana Kantongi Nama Calon Hakim MK, Siap Dilantik Pekan Ini!
-
Bahlil Mohon Maaf ke Kader Golkar Sering 'Slow Respons', Ngaku Kurang Tidur Akibat Geopolitik