News / Metropolitan
Kamis, 09 April 2026 | 09:32 WIB
Ilustrasi Kebakaran Rongsokan. (Freepik)
Baca 10 detik
  • Sebuah warteg di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, terbakar pada Kamis dini hari akibat ledakan kompor gas.
  • Petugas pemadam kebakaran mengerahkan 38 personel dan 10 unit mobil untuk memadamkan api dengan cepat dan efektif.
  • Peristiwa kebakaran yang menghanguskan bangunan seluas 90 meter persegi tersebut dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Suara.com - Si jago merah mengamuk dan menghanguskan sebuah bangunan warung tegal atau warteg di Jalan RS Fatmawati Raya, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Kamis (9/4/2026) dini hari.

Kebakaran diduga dipicu ledakan kompor gas saat pemilik warung sedang memasak kentang.

"Kronologinya, pemilik sedang menggoreng kentang lalu ditinggal tidur sebentar. Tidak lama kemudian terdengar ledakan dari kompor tersebut yang memicu kobaran api hingga terjadi kebakaran," jelas Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal saat dikonfirmasi.

Pemadam kebakaran pertama kali menerima informasi terkait amuk api dari laporan warga pada pukul 00.04 WIB.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan total 38 personel dikerahkan dalam operasi pemadaman tersebut.

"Unit pertama tiba di tempat kejadian perkara (TKP) pada pukul 00.11 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman," jelas Asril.

Petugas mulai melakukan penyemprotan pada pukul 00.14 WIB dan berhasil melokalisir perambatan api hanya dalam waktu dua menit kemudian.

Setelah melalui proses pendinginan yang intensif, operasi pemadaman dinyatakan selesai sepenuhnya dan berstatus hijau pada pukul 00.52 WIB.

Meski menghanguskan bangunan seluas 90 meter persegi, dipastikan tidak ada penghuni yang menjadi korban dalam peristiwa ini.

Selain untuk operasional warteg, objek yang terbakar diketahui juga berfungsi sebagai tempat tinggal yang dihuni empat orang dalam keseharian.

"Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa ini (nihil). Untuk taksiran kerugian materiil masih dalam proses penghitungan," pungkas Asril.

Load More