News / Internasional
Kamis, 09 April 2026 | 10:56 WIB
Setelah perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan, kapsul Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan ekstrem, menghadapi panas hingga 5.000 derajat Fahrenheit. [Tangkap layar X]
Baca 10 detik
  • NASA menyiapkan misi Artemis II untuk menghadapi fase krusial saat kapsul Orion menembus atmosfer Bumi dengan suhu ekstrem.
  • Evaluasi misi Artemis I menemukan kerusakan material pelindung panas Avcoat yang berpotensi membahayakan keselamatan awak kapsul saat re-entry.
  • Lockheed Martin memodifikasi kepadatan material Avcoat guna memastikan gas panas keluar dengan baik saat kapsul kembali ke Bumi.

Suara.com - NASA bersiap menghadapi fase paling berbahaya dalam misi luar angkasa Artemis II.

Setelah perjalanan 10 hari mengelilingi Bulan, kapsul Orion akan memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan ekstrem, menghadapi panas hingga 5.000 derajat Fahrenheit.

Momen krusial ini disebut sebagai titik paling menentukan keselamatan awak.

Kapsul akan melaju sekitar 25.000 mil per jam, sementara pelindung panas menjadi satu-satunya perisai yang menjaga kru tetap hidup saat menembus neraka atmosfer.

Namun, kekhawatiran muncul dari catatan misi sebelumnya.

Pada Artemis I, pelindung panas Orion ditemukan retak dan mengalami lebih dari 100 kerusakan setelah kembali ke Bumi.

“Perilaku tak terduga dari material ini menciptakan risiko bahwa pelindung panas mungkin tidak cukup melindungi kru dari panas ekstrem,” tulis laporan evaluasi NASA tahun 2024 seperti dilansir dari NY Post, Kamis (9/4/2026).

Misi Artemis II. [Twitter]

Masalah tersebut ditelusuri pada material Avcoat yang digunakan sebagai pelindung.

NASA menemukan bahwa kepadatan material yang terlalu tinggi membuat gas panas terperangkap, sehingga memicu retakan saat re-entry.

Baca Juga: Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya

Produsen kapsul Orion, Lockheed Martin, kemudian melakukan penyesuaian desain.

Mereka mengubah kepadatan Avcoat agar gas panas dapat keluar dengan lebih baik selama proses pemanasan ekstrem.

“Kami sedikit memodifikasi kepadatan agar gas dapat keluar selama pemanasan tinggi dan proses pendinginan,” ujar Blaine Brown, direktur sistem Lockheed Martin.

Meski demikian, fase masuk kembali ke atmosfer tetap menyimpan risiko besar.

Sejarah mencatat tragedi Space Shuttle Columbia disaster yang menewaskan tujuh astronaut akibat kerusakan pada pelindung panas saat re-entry.

Meski risiko tinggi, NASA tetap optimistis. Mereka menilai sistem terbaru telah memenuhi standar keselamatan, dan suhu kabin tetap aman meski terjadi keretakan seperti pada uji sebelumnya.

Load More