- Pemerintah Iran belum menentukan ketua delegasi untuk negosiasi penting dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, 10 Maret 2026.
- Iran menyiapkan proposal sepuluh poin yang mencakup penarikan pasukan Amerika, pencabutan sanksi, dan pengaturan Selat Hormuz.
- Ketua Parlemen Iran menilai proses negosiasi terancam karena adanya pelanggaran gencatan senjata dan provokasi militer dari pihak Barat.
Suara.com - Pemerintah Iran belum menetapkan siapa yang akan memimpin tim negosiasi dalam pembicaraan penting dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, Jumat 10 Maret 2026.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf akan memimpin delegasi Iran.
Bahkan, Wakil Presiden AS, JD Vance dikabarkan akan menjadi kepala delegasi Amerika, meski kedua informasi itu belum terkonfirmasi resmi.
Sementara itu melansir dari laporan Tasnim News Agency, Kamis (9/4), sumber di Teheran memastikan pihaknya belum mau mengungkap siapa ketua delegasi Iran untuk berunding dengan pihak AS.
Sumber yang sama juga mengingatkan media agar tidak berspekulasi di tengah situasi sensitif.
Pihak pemerintah Iran menekankan pentingnya akurasi informasi mengingat pembicaraan ini berkaitan dengan dinamika geopolitik yang sangat krusial.
Iran disebut telah menyiapkan proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi.
Beberapa poin utama mencakup penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi, serta pengaturan kontrol atas Selat Hormuz.
Meski membuka jalur dialog, Teheran menegaskan sikapnya tetap tegas.
Baca Juga: AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
Pemerintah Iran memandang perundingan bukan sebagai akhir konflik, melainkan perpanjangan pertarungan ke ranah diplomasi dengan tingkat kepercayaan yang rendah terhadap Washington.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa proses negosiasi dengan AS kini berada dalam ancaman serius.
Ghalibaf menilai pelanggaran terhadap poin-poin utama kesepakatan telah merusak fondasi dialog sejak awal.
“Dalam kondisi seperti ini, gencatan senjata bilateral atau negosiasi tidak masuk akal,” tegas Ghalibaf dalam pernyataan resminya.
Menurut Teheran, terdapat tiga pelanggaran utama yang dilakukan pihak Barat dan Israel.
Salah satunya adalah tidak diterapkannya gencatan senjata di semua front, termasuk di Lebanon yang masih menjadi lokasi serangan Israel terhadap Hizbullah.
Berita Terkait
-
AS - Israel Khianati Perjanjian dengan Bom Lebanon, Iran Kembali Tutup Selat Hormuz
-
Berapa Tarif yang Dikenakan Iran untuk Lewati Selat Hormuz?
-
Gedung Putih: Proposal Iran Awalnya Dibuang ke Tempat Sampah oleh AS
-
Iran Mengamuk Siap Hukum Israel yang Nekat Bombardir Lebanon Saat Gencatan Senjata
-
Iran Bocorkan Rute Alternatif Selat Hormuz Anti Ranjau Laut
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!