-
Jurnalis Al Jazeera Mohammed Wishah tewas akibat serangan drone Israel di jalan pesisir Gaza.
-
Sebanyak 262 jurnalis tewas sejak perang Gaza dimulai sebagai bentuk penargetan sistematis media.
-
Militer Israel dinilai melanggar gencatan senjata dengan terus melakukan serangan udara mematikan.
Suara.com - Awan duka kembali menyelimuti dunia pers internasional setelah kabar duka datang dari wilayah Palestina.
Seorang koresponden dari Al Jazeera Mubasher bernama Mohammed Wishah dilaporkan telah kehilangan nyawanya.
Insiden mematikan ini terjadi pada hari Rabu saat sebuah drone milik militer Israel melancarkan serangan.
Serangan udara tersebut menghantam kendaraan yang sedang ditumpangi oleh Wishah di kawasan al-Rashid.
Jalur ini merupakan jalan pesisir utama yang membentang di sisi barat Kota Gaza yang sangat sibuk.
Saksi mata menyebutkan bahwa hantaman rudal tersebut seketika membuat mobil yang ditumpangi korban hangus terbakar.
Kobaran api besar langsung melalap seluruh badan kendaraan segera setelah ledakan keras terdengar oleh warga.
Kejadian ini menambah daftar panjang aksi penyerangan terhadap pekerja media sejak perang dimulai.
Israel dinilai terus melakukan pengejaran terhadap jurnalis di wilayah kantong tersebut sejak Oktober 2023.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
Tindakan ini dianggap sebagai bagian dari upaya sistematis untuk membatasi pelaporan dari lapangan langsung.
Jaringan Media Al Jazeera segera mengeluarkan pernyataan keras terkait hilangnya salah satu jurnalis terbaik mereka.
Dalam rilis resminya, pihak manajemen memberikan kecaman yang sangat tajam atas tindakan militer tersebut.
“Sangat mengutuk kejahatan keji yang menargetkan dan membunuh koresponden Al Jazeera Mubasher, Mohammed Wishah,” tegas Al Jazeera.
Bagi mereka, tindakan tersebut melangkahi batasan hukum internasional yang seharusnya melindungi para jurnalis lapangan.
“Hal ini merupakan pelanggaran baru dan nyata terhadap semua hukum dan norma internasional, serta mencerminkan kebijakan sistematis yang terus berlanjut dalam menargetkan jurnalis dan membungkam suara kebenaran,” lanjut pernyataan itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul
-
Gebrakan RUU Sisdiknas: Wajib Belajar Kini 13 Tahun, Termasuk 1 Tahun di PAUD
-
Usai Cafe de'CLAN Signature, Polisi Sita 74 Kg Emas dan Ratusan Miliar Hasil TPPU di Sentul City!
-
Geledah Rumah Mewah di Sentul City Bogor, Polisi Diduga Sita Emas Hingga Mata Uang Asing
-
Rumah Mewah di Sentul City Digeledah Polisi Tengah Malam, Diduga Milik Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Meluas ke 12 Titik! Polisi Geledah Pacific Place hingga Rumah Mewah di Sentul Terkait Kasus TPPU
-
Bahaya State Capture, Pakar Ungkap Cara Militer 'Kuasai' Negara Lewat Jalur Legal
-
Jejak Densus 88 Kuntit Jampidsus di Cafe de'CLAN Signature: Kini Ditemukan Brankas Dolar Rp67 M!