- Dedi, peternak di Lombok Timur, membudidayakan maggot BSF sebagai pakan alternatif berprotein tinggi untuk ayam kampungnya.
- Budidaya maggot berhasil menekan biaya pakan hingga 70 persen sekaligus menjadi solusi pengolahan sampah organik rumah tangga warga.
- Wahana Visi Indonesia memberikan dukungan fasilitas biopon kepada Dedi untuk meningkatkan kapasitas produksi dan potensi ekonomi larva tersebut.
Melalui kemitraan ini, Dedi mendapatkan bantuan di antaranya sarana biopon untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kini, setiap biopon yang ia miliki mampu menghasilkan sekitar 3 kilogram maggot.
Potensi Ekonomi dan Tantangan ke Depan
Meski saat ini fokus untuk konsumsi ternak pribadinya (sekitar 50 ekor ayam kampung), budidaya maggot milik Dedi memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan. Ia membeberkan rincian harga jual produk maggot:
- Larva/Pre-pupa: Rp30.000 per kilogram
- Maggot Dewasa: Rp10.000 per kilogram
- Baby Maggot: Rp20.000 per kilogram
- Telur Maggot: Rp5.000 per gram
Namun, jalan menuju kemandirian pakan ini bukan tanpa hambatan.
Dedi kini berjuang sendirian setelah 10 anggota kelompoknya memilih merantau. Edukasi kepada masyarakat juga menjadi tantangan tersendiri.
"Mengajak teman-teman itu sulit, butuh semangat juang karena mengumpulkan sampah dianggap pekerjaan berat. Tantangan lainnya adalah hama seperti semut dan tikus," kata Dedi.
Meski demikian, Dedi tetap optimis.
Dengan efisiensi biaya pakan yang sangat signifikan dan dampak positif bagi kebersihan lingkungan, ia berharap budidaya maggot ini bisa terus berkembang dan menginspirasi peternak lain di wilayahnya.
Baca Juga: Jaksa Bongkar Akal Bulus Proyek Chromebook, Manipulasi E-Katalog Rugikan Negara Rp9,2 Miliar
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Simpan Pinjam, Kelompok ASKA Jadi Benteng Sosial Istri Nelayan dari Jeratan Utang
-
Investasi untuk Anak Cucu Lewat Mangrove, Cara Warga Pesisir Lombok Timur Cegah Banjir Rob
-
Sempat Rusak Diterjang Banjir, Wisata di Lombok Timur Dibuka dengan Wajah Baru!
-
Solusi Atasi Sampah Jakarta, Anggota DPRD Dorong Pemprov Gandeng Pengusaha Maggot!
-
Jaksa Bongkar Akal Bulus Proyek Chromebook, Manipulasi E-Katalog Rugikan Negara Rp9,2 Miliar
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu