News / Internasional
Senin, 13 April 2026 | 10:04 WIB
Ilustarsi Iran ancam AS jika kapal militer mendekat ke Selat Hormuz. [Unsplash/Zetong]
Baca 10 detik
  • IRGC menegaskan bahwa Angkatan Laut Iran memegang kendali penuh atas aktivitas militer di perairan Selat Hormuz.
  • Iran mengancam akan merespons tegas kapal militer asing yang mendekat karena dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata.
  • Presiden AS berencana mengerahkan angkatan laut untuk melakukan blokade dan pembersihan ranjau demi mengamankan jalur pelayaran strategis.

Suara.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras terkait aktivitas militer di Selat Hormuz.

Mereka menegaskan bahwa setiap kapal militer yang mendekat akan dianggap melanggar kesepakatan gencatan senjata dua pekan dengan Amerika Serikat (AS) dan akan direspons secara tegas.

Dalam pernyataan resmi, IRGC menyebut jalur strategis tersebut sepenuhnya berada dalam kendali angkatan laut Iran.

“Selat ini berada di bawah kendali dan pengelolaan cerdas Angkatan Laut Iran,” demikian pernyataan yang disampaikan melalui media pemerintah.

Mereka juga menegaskan bahwa selat tetap dibuka untuk kapal sipil, dengan catatan mengikuti aturan yang telah ditetapkan, yakni terbuka untuk pelayaran aman kapal non-militer sesuai dengan peraturan tertentu.

Iran memperingatkan bahwa harga minyak dunia akan mencapai 200 dolar AS per barel dalam waktu dekat akibat perang berkepanjangan dengan Amerika Serikat dengan Israel. Foto: Selat Hormuz yang berada di antara Iran, Qatar dan Uni Emirat Arab. [Google Maps]

Selain itu, IRGC mengingatkan adanya risiko besar jika terjadi kesalahan langkah dari pihak lawan.

Mereka memperingatkan bahwa musuh dapat terperangkap dalam pusaran mematikan apabila salah mengambil keputusan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh komando angkatan laut IRGC melalui media sosial.

“Seluruh lalu lintas, berada di bawah kendali penuh angkatan bersenjata,” tulis mereka.

Baca Juga: Nego AS-Iran Buntu! Harga Minyak Tembus US$ 104 Per Barel

"Musuh akan terjebak dalam pusaran mematikan di selat ini jika melakukan langkah yang salah,” disertai unggahan video yang menunjukkan kapal dalam bidikan.

Peringatan ini muncul tak lama setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana pengerahan Angkatan Laut AS untuk memulai proses blokade kapal di Selat Hormuz.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya menjaga keamanan pelayaran, di tengah tudingan bahwa Iran mengancam jalur maritim tersebut.

Di sisi lain, militer AS disebut dalam kondisi siaga penuh untuk melanjutkan operasi jika situasi kembali memanas.

Trump juga menegaskan bahwa pasukannya tengah melakukan pembersihan ranjau demi memastikan jalur perdagangan tetap aman bagi sekutu.

"Tidak ada seorang pun yang membayar tol ilegal akan mendapatkan jalur aman di laut lepas," tulis Trump.

Load More