-
Perundingan damai Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan sehingga memicu ancaman serangan baru.
-
Menteri Israel mengancam akan menghancurkan infrastruktur nuklir Iran dan fasilitas strategis di wilayah Lebanon.
-
Israel dan Amerika Serikat berkomitmen penuh untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh pemerintah Teheran.
Suara.com - Israel secara terang-terangan memberikan sinyal kuat untuk memulai kembali agresi militer terhadap wilayah kedaulatan Iran.
Langkah ini diambil menyusul kegagalan total proses perundingan damai yang melibatkan pemerintah Teheran dengan pihak Amerika Serikat.
Dikutip dari Anadolu, stabilitas kawasan Timur Tengah kembali terancam setelah gencatan senjata selama dua pekan resmi berakhir tanpa hasil.
Pemerintah Israel menilai jalur diplomasi tidak lagi efektif dalam membendung ambisi pengayaan nuklir di tanah Iran.
Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta konflik regional yang sebelumnya sempat mereda secara singkat sejak Selasa lalu.
Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan bahwa opsi militer tetap berada di atas meja pemerintah Tel Aviv.
Teheran menjadi target langsung yang akan digempur apabila kesepakatan internasional mengenai nuklir menemui jalan buntu.
Cohen memberikan apresiasi tinggi terhadap sikap tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam menangani isu sensitif ini.
"Isu nuklir bersifat internasional, dan bagus bahwa (Presiden AS Donald) Trump telah menetapkan garis merah dalam masalah ini," kata Cohen.
Baca Juga: Soal Isu Izin Terbang Militer AS di Wilayah Udara RI, DPR Minta Pemerintah Buka-Bukaan
Pihaknya melihat perlunya tindakan nyata untuk memastikan stabilitas keamanan global tetap terjaga dari ancaman nuklir.
Sinyal Perang Terbuka Israel
Ketegasan pemerintah Israel ini disampaikan sebagai bentuk antisipasi terhadap kegagalan dialog yang baru saja berlangsung.
Israel tidak akan membiarkan Iran memiliki celah sedikitpun untuk melanjutkan program pengembangan senjata pemusnah massal.
Secara spesifik Eli Cohen menekankan bahwa serangan tidak akan terhindarkan jika perundingan tetap mengalami kegagalan.
"Jika tidak ada kesepakatan, Iran dapat diserang," tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi