- Bareskrim Polri menangkap broker Aep Saepudin dan perakit senjata ilegal Tatang Sutardin alias Ki Bedil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
- Polisi menyita berbagai jenis senjata api, amunisi, serta alat perakitan senjata dari tangan kedua pelaku dalam operasi tersebut.
- Ki Bedil memanfaatkan Aep untuk memasarkan senjata rakitan berkualitas tinggi melalui media sosial kepada pembeli.
Suara.com - Sosok Aep Saepudin, perantara atau broker penjualan senjata api ilegal yang ditangkap di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dikenal warga sebagai pribadi tertutup dan jarang berinteraksi.
Fakta tersebut diungkap oleh Asep Rosadi. Sebagai Ketua RT Kampung Rancasepat, ia bahkan mengaku hampir tidak pernah berkomunikasi dengan Aep karena aktivitasnya yang minim di lingkungan.
"Jarang ngobrol saya sama dia. Dia jarang di rumah jadi nggak ketemu. Saya tahu dia bukan orang asli sini, cuma istrinya asli orang sini," katanya saat ditemui di Bandung, Senin (13/4/2026).
Menurut Asep, keseharian Aep tampak seperti pekerja biasa. Pria berusia 42 tahun itu biasa terlihat berangkat pagi dan pulang malam, sehingga keberadaannya nyaris tidak mencolok.
Aep diketahui tinggal bersama istri dan dua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, keluarga tersebut juga dikenal tertutup dan tidak banyak bergaul dengan warga.
"Sampai sekarang saya juga belum pernah komunikasi dengan pihak keluarganya," ungkap Asep.
Minimnya interaksi dan tidak adanya perilaku mencurigakan,membuat warga terkejut saat polisi melakukan penangkapan di lingkungan tersebut.
Penangkapan Aep merupakan bagian dari operasi Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri yang mengungkap dugaan peredaran senjata api atau senpi dan bahan peledak ilegal di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Operasi yang dipimpin Kanit 1 Satresmob AKBP Harry Azhar pada Senin (6/4/2026) tersebut menyasar dua lokasi, yakni sebuah warung nasi di Cipacing, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, serta kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung.
Baca Juga: Laporkan Saiful Mujani, MPSI: Jangan Coba-Coba Giring Publik Lengserkan Presiden di Luar Konstitusi
Dari tangan Aep, polisi menyita satu pucuk pistol jenis SIG Sauer P226 beserta magazin, satu unit senjata laras panjang yang belum selesai, dua butir peluru kaliber 22, serta sejumlah barang lainnya.
Pengembangan kemudian dilakukan ke rumah Aep di Rancaekek Kulon. Di lokasi ini, polisi menemukan berbagai jenis amunisi, mulai dari kaliber 5,56 mm, 7,62 mm, 9 mm, hingga proyektil dan perlengkapan lainnya.
Pengusutan berlanjut hingga ke Rancaekek Wetan, di mana polisi menangkap pelaku utama, Tatang Sutardin alias Ki Bedil (57) yang diduga sebagai perakit senpi ilegal.
Dari lokasi tersebut, petugas menyita berbagai komponen senjata laras panjang serta alat-alat perakitan.
Maestro Senpi Ilegal
Di balik peran Aep sebagai Broker, penyidik mengungkap keterkaitannya dengan sosok Tatang Sutardin alias Ki Bedil, figur yang telah lama dikenal di jaringan senjata ilegal.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Dirjen Imigrasi Copot Pejabat Terkait Pungli Batam, Buka Peluang Proses Pidana
-
Formappi Soal Permintaan RDPU Kasus Korupsi Minyak Mentah: Komisi III Bukan Tempat Uji Hukum!
-
Cak Imin Dorong Koperasi Merah Putih Siap Bersaing di Tengah Kebuntuan Global
-
Survei Poltracking: Kepercayaan Publik pada Prabowo-Gibran Tembus 75,1 Persen
-
Golkar Bukan Milik Satu Keluarga! Bahlil Ingatkan Kader Tak Saling Singkirkan karena Beda Pilihan
-
MKD DPR Panggil Aboe Bakar Besok Soal Isu Ulama Madura di Pusaran Narkoba
-
Kemhan Luruskan Kabar 'Akses Udara Tanpa Izin' Militer AS: Itu Masih Pembahasan, Jangan Terprovokasi
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Mendagri Pastikan Pengawasan Diperketat, Pemanfaatan Dana Otsus Lebih Optimal
-
Diplomasi 'Sahabat' di Kremlin: Putin Puji Prabowo, Indonesia Tancap Gas Perkuat Ekonomi dan Energi