-
Warga Israel merasa putus asa karena tujuan perang menghancurkan nuklir Iran belum tercapai sepenuhnya.
-
Data menunjukkan mayoritas warga Yahudi mendukung perang, sedangkan warga Arab memilih gencatan senjata.
-
Elektabilitas Benjamin Netanyahu terancam merosot akibat ketidakpuasan publik terhadap hasil akhir operasi militer.
Suara.com - Kekecewaan mendalam kini menyelimuti warga Israel seiring dengan ketidakpastian hasil dari kampanye militer panjang melawan otoritas Teheran.
Sentimen ketidakpuasan ini muncul setelah serangkaian serangan udara gagal melumpuhkan aset strategis lawan secara signifikan bagi keamanan domestik.
Dikutip dari BBC, masyarakat mulai mempertanyakan urgensi pengorbanan jiwa dan harta di tengah situasi keamanan yang justru terasa kembali ke titik nol.
Kondisi psikologis warga berada pada level terendah akibat perang yang dianggap hanya berputar dalam siklus kekerasan tanpa solusi akhir.
Angka statistik terbaru menunjukkan bahwa kepercayaan publik terhadap klaim kemenangan pemerintah mulai mengalami erosi yang cukup tajam.
Liat Zvi, seorang warga yang apartemennya hancur di Tel Aviv, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap situasi perang yang tak kunjung usai.
"Ini sangat menyedihkan… kita telah berperang selama dua setengah tahun dan ini terasa seperti putaran lainnya," desahnya saat melihat kerusakan rumahnya.
Tragedi kematian Mary Anne Velasquez de Vera asal Filipina menjadi simbol kerentanan sistem pertahanan udara yang selama ini dibanggakan.
Penelitian dari Universitas Ibrani Yerusalem mengonfirmasi bahwa dua pertiga penduduk sebenarnya menolak kesepakatan gencatan senjata yang ada sekarang.
Baca Juga: Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
Warga meyakini bahwa bombardir besar-besaran oleh Amerika Serikat dan Israel tidak benar-benar melemahkan kekuatan militer Iran maupun proksinya.
Kegagalan Target Strategis Netanyahu
Publik merasakan adanya jurang lebar antara janji politik pemusnahan senjata nuklir dengan realitas di lapangan yang masih sangat mengancam.
Perdana menteri sebelumnya menekankan pentingnya perubahan rezim dan penghancuran total rudal balistik sebagai indikator keberhasilan operasi militer ini.
"Jika kita tidak akan memutus sponsor proksi Iran di sekitar sini, maka [gencatan senjata] itu tidak berharga," tegas Liat Zvi dengan nada skeptis.
Zvi juga menambahkan perspektif keras mengenai posisi tawar Israel di meja perundingan internasional dalam menghadapi ancaman regional tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Komisi X DPR Dukung MPLS 2026 Berbasis Karakter dan Bebas Perundungan
-
Bawa Empat Saksi dan Satu Ahli, Kuasa Hukum Uji Keabsahan Status Tersangka Roy Suryo
-
KPK Ogah Buru-buru Ambil Alih Kasus Eks Jampidsus: Jangan Berandai-andai
-
Ekonom Bongkar Alasan Warga Pesimis Cari Kerja: PHK Marak, Ekonomi Melambat
-
Analis Sebut Prabowo Alami Miopi Politik: Hanya Tahu yang Baik-baik Saja
-
Pakar Bongkar Biang Kerok Korupsi Pejabat: Pilkada Mahal Bikin Kepala Daerah Berutang Budi
-
Habiburokhman Buka Suara Soal Kejagung Stop Usut SPPG Bermasalah: Saya Belum Tahu
-
Kejagung Ungkap Alasan Kortastipidkor Polri Datangi Gedung Bundar Bawa Koper Pink, Ada Apa?
-
Hanya Jawab Singkat, Begini Respons Kapolri Usai Dikritik Mahfud MD Soal Kasus Febrie
-
Siap Diresmikan Prabowo, LRT Jakarta Rute Manggarai Beroperasi Agustus 2026!