-
Warga Israel merasa putus asa karena tujuan perang menghancurkan nuklir Iran belum tercapai sepenuhnya.
-
Data menunjukkan mayoritas warga Yahudi mendukung perang, sedangkan warga Arab memilih gencatan senjata.
-
Elektabilitas Benjamin Netanyahu terancam merosot akibat ketidakpuasan publik terhadap hasil akhir operasi militer.
"Anda harus datang ke meja perundingan dengan kekuatan sebesar mungkin," ujarnya merujuk pada perlunya tekanan militer yang lebih konsisten.
Data jajak pendapat mengungkap perbedaan kontras antara warga Yahudi dan minoritas Arab di Israel dalam memandang kelanjutan konfrontasi bersenjata.
Sekitar 93 persen warga Yahudi mendukung agresi terhadap Iran, sementara hanya 26 persen warga Arab yang memberikan dukungan serupa.
Kelompok minoritas Arab cenderung menginginkan penghentian kekerasan secepat mungkin guna menghindari jatuhnya korban sipil yang lebih besar di kawasan.
Perpecahan opini ini menjadi tantangan besar bagi stabilitas sosial domestik Israel yang kini sedang bersiap menghadapi kontestasi politik elektoral.
"Saya pikir mayoritas warga Israel tidak ingin pertempuran Lebanon berakhir kecuali Hizbullah menyerahkan senjata mereka," tambah Zvi menekankan pengecualian terhadap Lebanon.
Ancaman di Perbatasan Utara
Israel tetap bersikeras bahwa konflik dengan Hizbullah di perbatasan utara adalah entitas pertempuran yang berbeda dari kesepakatan dengan Iran.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan angka kematian warga sipil yang mengerikan akibat eskalasi serangan udara dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: Khawatir Gila, Kongres AS Minta Dokter Periksa Kesehatan Mental Donald Trump
Lebih dari 350 nyawa melayang dalam operasi udara tersebut, dengan sepertiga di antaranya merupakan kelompok rentan wanita dan anak-anak.
Di sisi lain, otoritas keamanan Israel melaporkan kehilangan belasan tentara serta warga sipil akibat serangan balasan dari wilayah Lebanon.
Meskipun dialog tingkat duta besar mulai dijajaki di Washington, banyak pengamat meragukan akan adanya terobosan perdamaian dalam waktu dekat.
Konflik ini berakar dari ambisi Israel untuk menghentikan program nuklir Iran dan memutus jalur pasokan senjata bagi kelompok milisi Hizbullah.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika serangan rudal Iran berhasil menembus barikade pertahanan dan menghantam kawasan pemukiman padat penduduk di Tel Aviv.
Perang ini juga menjadi ujian kepemimpinan bagi Benjamin Netanyahu yang posisinya kini mulai terancam oleh meningkatnya popularitas pesaing politik, Naftali Bennett.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar
-
China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!
-
Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel
-
Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama
-
Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto
-
Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?
-
Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia
-
AS dan Iran Dikabarkan Akan Kembali ke Meja Perundingan di Pakistan Akhir Pekan Ini
-
Untuk Pertama Kalinya, Lebanon dan Israel Bahas Gencatan Senjata Langsung di Washington