Menteri Urusan Perang AS Pete Hegseth menjadi tuan rumah pertemuan bilateral dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin di Pentagon, 13 April 2026. (Foto: Navy Petty Officer 1st Class Eric Brann)
Baca 10 detik
- Menteri Perang AS Pete Hegseth menuai kontroversi terkait rencananya membatasi peran perempuan dalam unit tempur militer Amerika Serikat.
- Pentagon mengalihkan studi evaluasi peran perempuan kepada Johns Hopkins University dengan perpanjangan waktu menjadi satu tahun pelaksanaan.
- Kolumnis Clarence Page mengkritik kebijakan Hegseth karena dianggap mencampuradukkan agama dengan militer serta berpotensi membahayakan keamanan nasional Amerika.
Page menyoroti adanya kegiatan ibadah rutin di Pentagon hingga penggunaan kutipan Alkitab dalam materi promosi militer.
“Retorika religius untuk membenarkan perang menimbulkan pertanyaan serius tentang pemisahan agama dan negara,” tulis Page dilansir dari The Maui News.
Page menilai hal ini bertentangan dengan prinsip konstitusi Amerika Serikat.
Selain itu, kebijakan Hegseth yang membongkar program keberagaman di militer juga menuai sorotan.
Pete mendorong perubahan struktur militer yang lebih tradisional dengan menyingkirkan perwira perempuan dan kelompok minoritas.
Komentar
Berita Terkait
-
Harga Minyak Turun Makin Dalam, Kabar Gencatan Senjata AS-Iran Menguat
-
Babak Baru Diplomasi AS-Iran, Trump Ingin Ada Kesepakatan Cepat Akhiri Perang Iran
-
Respons Arogansi AS, Iran Siapkan Metode Pertempuran Mematikan
-
Rupiah Menguat Tipis di Tengah Pelemahan Dolar AS, Cek Harga Kurs Hari Ini
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Tak Cuma Kepala Dinas, Bupati Tulungagung Diduga Peras Sekolah dan Camat
-
Ikhtiar Mbah Kibar Melawan Sita Bank dengan Goresan Kuas, Bukan Belas Kasihan
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI