News / Nasional
Rabu, 15 April 2026 | 12:27 WIB
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live. (Ist)
Baca 10 detik
  • Katredha Lodo, nelayan perempuan di Pantai Walakiri, Sumba, berhasil memasarkan hasil tangkapan laut secara daring melalui TikTok Live.
  • Inovasi pemasaran digital tersebut terbukti efektif memperluas jangkauan pasar hingga ke berbagai restoran lokal di wilayah Sumba.
  • Mama Redha melakukan diversifikasi ekonomi melalui modal usaha dari Amartha untuk membuka warung kelontong guna menjaga kestabilan pendapatan.

Strategi ini terbukti efektif memperluas jangkauan pasar hingga ke restoran-restoran lokal di Sumba.

Melawan Stigma dan Tantangan

Perjalanan Mama Redha di dunia digital tidak sepenuhnya mulus. Ia sempat menghadapi komentar negatif dari lingkungan sekitar yang meragukan keputusannya berjualan hasil laut yang identik dengan bau amis di platform media sosial.

“Saya pernah diejek orang saat berjualan. Dia bilang, masa perempuan cantik jualan produk yang berbau amis di media sosial? Tapi saya pikir, untuk apa saya malu menjual hasil laut di media sosial? Saya yakin produk ini segar dan terbukti, permintaan selalu ada. Setiap saya posting dan live, semua tangkapan pasti laku terjual”, kenang Mama Redha.

Meskipun permintaan pasar terus meningkat berkat promosi digital, kendala ketersediaan stok tetap menjadi tantangan utama. Faktor alam tetap menjadi penentu utama jumlah tangkapan yang bisa ia tawarkan kepada pelanggan setianya.

“Terkadang malah saya yang tidak bisa memenuhi permintaan, karena tangkapan laut sangat dipengaruhi oleh pasang surut air lautnya. Jadi sering kali stoknya habis padahal permintaan tinggi”, ungkap Mama Redha.

Diversifikasi Ekonomi

Menyadari bahwa ketergantungan pada hasil laut memiliki risiko ketidakpastian pendapatan, Mama Redha memutuskan untuk melakukan diversifikasi usaha.

Pada tahun 2024, ia bergabung menjadi mitra Amartha, sebuah perusahaan fintech lending, untuk mendapatkan akses permodalan.

Baca Juga: Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel

Ia memperoleh pinjaman modal sebesar lima juta rupiah yang seluruhnya dialokasikan untuk membuka warung kelontong sebagai pendapatan sampingan.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi keluarga saat kondisi laut tidak memungkinkan untuk mencari ikan.

“Karena hasil laut tidak terlalu stabil dan sangat dipengaruhi oleh gerak bulan, saya berpikir untuk memiliki pendapatan sampingan dengan membuka warung kelontong. Untung saja ada Amartha, yang mau meminjamkan modal tanpa agunan. Sekarang saya jadi punya warung kelontong”, jelas Mama Redha.

Sebelumnya, Mama Redha sempat mencoba mengakses pinjaman dari lembaga keuangan lain, namun ia kerap terbentur kendala administratif yang rumit serta beban bunga yang dianggap terlalu tinggi.

“Saya bersyukur dapat mengenal fintech Amartha. Saya bisa mendapatkan modal tanpa agunan, persyaratannya mudah, dan kita bisa tambah terus plafon pinjaman kalau kita disiplin dalam melakukan pembayaran. Petugas Amartha juga sangat ramah. Jadi saya sangat terbantu”, beber Mama Redha.

Mimpi Membangun Kuliner Lokal

Load More