- Elite Partai NasDem memprotes sampul dan isi laporan Majalah Tempo mengenai wacana merger dengan Partai Gerindra.
- Kader NasDem menggelar aksi unjuk rasa di kantor Tempo pada Selasa (14/4) menuntut permohonan maaf terbuka.
- NasDem menilai istilah merger merendahkan Surya Paloh serta menegaskan tidak ada pembahasan peleburan partai di internal.
Di sisi lain, Iskandar juga membantah wacana tersebut. Menurutnya, istilah merger dianggap merendahkan Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh.
Aspirasi itu disampaikan langsung oleh perwakilan kader dari berbagai daerah di Sumut yang datang ke Medan.
Lagi pula, menurut dia, hingga saat ini tak ada pembahasan terkait peleburan atau penggabungan NasDem dengan partai lain, termasuk Gerindra. Iskandar menegaskan NasDem didirikan sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk diperjualbelikan.
"Tapi memang tidak ada pembicaraan bahwasanya NasDem itu akan dilebur, akan diakuisisi, atau dibeli oleh pihak-pihak lain. NasDem didirikan bukan untuk dijual, tapi memperjuangkan rakyat Indonesia melalui seluruh kader yang ada di Partai NasDem," ujarnya.
Aksi massa yang berlangsung di depan kantor Tempo menjadi puncak dari akumulasi kekecewaan para kader di akar rumput.
Mereka menilai visualisasi yang ditampilkan dalam sampul majalah tersebut tidak mencerminkan jurnalisme yang beretika, melainkan sebuah upaya pembunuhan karakter terhadap pimpinan tertinggi partai mereka.
Para demonstran membawa berbagai atribut yang mendesak redaksi untuk segera melakukan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka kepada Partai NasDem dan Surya Paloh secara pribadi.
Di tingkat pusat, jajaran fungsionaris partai terus melakukan koordinasi untuk menentukan langkah hukum selanjutnya jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
Mereka menekankan bahwa meskipun menghargai kebebasan pers sebagai pilar demokrasi, namun kebebasan tersebut tidak boleh mencederai kehormatan institusi politik maupun individu melalui pemberitaan yang dianggap tendensius dan minim verifikasi.
Baca Juga: Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
Gelombang protes ini juga mencerminkan soliditas internal Partai NasDem dalam menjaga marwah partai di tengah dinamika politik nasional yang kian memanas pasca-pemilu.
Isu mengenai peleburan partai atau merger dianggap sebagai narasi yang sangat sensitif karena menyangkut eksistensi dan ideologi partai yang telah dibangun sejak awal berdiri.
Pihak NasDem menegaskan bahwa komunikasi politik dengan Gerindra maupun partai lain adalah hal yang wajar dalam bingkai koalisi pemerintahan, namun hal tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan penghapusan identitas partai melalui mekanisme merger atau akuisisi politik.
Berita Terkait
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Manuver Gibran dan Prabowo ke NasDem Jadi Sorotan, Arah Politik 2029 Mulai Terbaca?
-
Geger Isu Dicaplok Gerindra, Nasdem Sebut Tempo Telah Minta Maaf
-
Protes Pemberitaan dan Karikatur Surya Paloh, Massa Partai Nasdem Kepung Kantor Tempo di Palmerah
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas