- Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengajak masyarakat sipil bersatu demi mendukung stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
- Ketua Umum Relawan All Cipayung David Pajung menolak opini Saiful Mujani terkait pemakzulan Presiden karena tidak memiliki dasar konstitusi.
- Pemerintah memerlukan sinergi seluruh elemen bangsa untuk menghadapi tantangan krisis global dan menjaga daya beli masyarakat Indonesia sekarang.
Baginya, sumbangsih nyata dari masyarakat sipil, baik itu berupa ide profesional, partisipasi pembangunan, maupun kontrol sosial yang obyektif, jauh lebih berharga daripada sekadar narasi kosong di ruang publik.
Degradasi Komunikasi di Media Sosial
Salah satu poin paling tajam yang menjadi sorotan Dasco adalah kondisi kesehatan komunikasi di platform digital.
Sebagai tokoh yang mengamati lanskap sosiopolitik, ia melihat adanya pergeseran fungsi media sosial dari ruang edukasi dan demokrasi menjadi medan pertempuran ego yang destruktif.
Dasco melihat ada kecenderungan masyarakat sipil saat ini berada dalam kondisi yang tidak sehat, di mana polarisasi justru semakin dipelihara melalui ujaran kebencian.
Kebebasan berpendapat yang merupakan amanat reformasi, menurutnya, kerap disalahgunakan untuk menjatuhkan pihak lain tanpa argumen yang konstruktif.
"Karena pada hari ini masyarakat sipil kita tidak kompak, masyarakat sipil kita satu sama lain saling mencaci, satu sama lain saling mempertanyakan kebijakan pemerintah dengan tidak sehat, di medsos itu saya lihat sudah tidak sehat," kata dia.
Kondisi "tidak sehat" ini merujuk pada maraknya kritik yang tidak berlandaskan pada data, melainkan hanya pada sentimen personal atau kepentingan kelompok tertentu.
Dasco khawatir, jika budaya caci maki ini terus berlanjut, substansi dari kebijakan publik yang sedang diperjuangkan pemerintah justru akan terkaburkan oleh kebisingan digital (digital noise) yang tidak produktif.
Baca Juga: Diskusi HMPM: Kebebasan Sipil Disorot, Kasus Kekerasan dan Pernyataan Politik Picu Alarm Demokrasi
Sebagai salah satu pilar utama dalam koalisi pemerintahan, Dasco menegaskan bahwa visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat Indonesia adalah misi raksasa yang tidak mungkin dijalankan sendiri oleh pemerintah.
Stabilitas politik dan dukungan moral dari rakyat adalah variabel kunci yang tidak bisa ditawar.
Ia menegaskan, di tengah tantangan global yang semakin kompleks—mulai dari krisis energi hingga ketegangan geopolitik—Indonesia membutuhkan nakhoda yang didukung penuh oleh awak kapal yang kompak.
Sinergi antara negara dan rakyat adalah syarat mutlak agar janji-janji politik dapat terealisasi menjadi kebijakan yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
"Kalau kita tanya, Prabowo hanya perlu satu persatuan nasional baik dalam mengkritisi, baik dalam memberikan ide maupun kemudian sumbangsih yang nyata," katanya.
Tag
Berita Terkait
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Diskusi HMPM: Kebebasan Sipil Disorot, Kasus Kekerasan dan Pernyataan Politik Picu Alarm Demokrasi
-
Sebut Saiful Mujani Elite Kaya Raya, Habiburokhman: Waspadai Propaganda Hitam Berkedok Kritik
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Mega Korupsi Jampidsus Ganggu Ekonomi Nasional dan Kepercayaan Investor
-
Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC Buntut Kontroversi Penangguhan Kartu Merah Balogun
-
Bank Jambi Dibobol, Dana Rp144,82 Miliar Diduga Dicuci Lewat Kripto
-
Warga Jakbar Siap-siap! Aliran Air PAM Mati 6 Hari Mulai 17 Juli, Ini Daftar Wilayahnya
-
100 Hektare Hutan Mangrove di Rokan Hilir Dirusak, Disulap Jadi Lahan Perkebunan
-
Agung Nugroho Lantik Belasan Pejabat Pemkot Pekanbaru, Ini Nama-namanya
-
Punya 38.600 Pegawai, Menteri PU Bantah Mutasi Terkait Surat Dinas yang Bocor
-
5 Serum Wajah yang Cocok untuk Kulit Berminyak di Indonesia
-
Statistik Buktikan Inggris Terlalu Bergantung Kane-Bellingham, Jadi Bumerang saat Lawan Argentina?
-
'Gue Kasih Umrah Sekeluarga', Menteri PU Dody Hanggodo Jawab Isu Aisyah Zakkiyah Keponakannya