Bisnis / Makro
Kamis, 16 April 2026 | 08:15 WIB
Inabuyer B2B2G Expo 2026 akan kembali digelar pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, difokuskan agar UMKM bisa masuk program MBG. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
Baca 10 detik
  • Inabuyer B2B2G Expo 2026 akan diselenggarakan pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta, untuk mempertemukan pelaku usaha dan pembeli.
  • Kegiatan ini menargetkan potensi transaksi sebesar Rp2,1 triliun melalui keterlibatan UMKM dalam berbagai program prioritas pemerintah yang strategis.
  • Penyelenggaraan acara bertujuan memperkuat penggunaan produk dalam negeri serta mengoptimalkan akses pasar UMKM melalui pengadaan barang dan jasa.

Suara.com - Platform business matching Inabuyer B2B2G Expo 2026 akan kembali digelar pada 5–7 Mei 2026 di Gedung SMESCO, Jakarta. Ajang yang melibatkan pemerintah, BUMN-BUMD, dan swasta untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pembeli ini ditargetkan meraih potensi transaksi sebesar Rp2,1 triliun.

Ketua Umum HIPPINDO Budiharjo Iduansjah mengatakan, penyelenggaraan tahun ini difokuskan pada keterlibatan langsung UMKM dalam program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Perumahan Rakyat, hingga Sekolah Rakyat. 

Selain itu, Inabuyer 2026 juga akan menghadirkan agenda business matching, pameran produk, diskusi panel, hingga penandatanganan kontrak kerja sama antara pelaku usaha dan buyer dari berbagai sektor.

"Target transaksi Rp2,1 triliun. kita diskusi kira-kira kita naik mungkin 5 sampai 10 persen (dari tahun lalu)," ujar Budiharjo di Jakarta seperti yang dikutip, Kamis (16/4/2026).

Dapur MBG (polkam.go.id)

Ia menilai, keberadaan program prioritas pemerintah akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi capaian transaksi dalam kegiatan tersebut.

"Kalau lihat daripada program prioritas pemerintah adanya perumahan rakyat, MBG (Makan Bergizi Gratis), lalu ada sekolah rakyat dan lain-lain itu, saya melihat bahwa kalau memang mereka nanti ada, hadir, akan lebih bagus dari tahun lalu," ucapnya.

"Karena kan program pemerintah itu ada uangnya, udah pasti ada PO-nya itu. Nah, itu kan kalau LKPP kan tadi nyatakan, dia suruh cari di Inaproc. Itu semua ada tuh, mau beli ayam, mau beli pasir, gitu, ya," sambung Budiharjo

Menurut dia, sektor yang berkaitan langsung dengan program pemerintah diperkirakan akan mengalami peningkatan permintaan. Nantinya para UMKM akan memberikan penawaran untuk memenuhi kebutuhan program itu di ajang Inabuyer.

"Yang terutama yang berhubungan dengan program prioritas pemerintah. Ya jadi kayak makanan, mungkin nanti uh kayu, atau pasir, dan lain-lain lah yang berhubungan dengan bangun-bangun sekolah rakyat, perumahan rakyat," ucapnya.

Baca Juga: Harga Plastik Bikin Pedagang Pusing, Daya Beli Masyarakat Terancam?

Sebelumnya, penyelenggaraan Inabuyer pada 2025 mencatat potensi kerja sama sebesar Rp1,58 triliun dengan realisasi transaksi lebih dari Rp2,5 triliun. Capaian tersebut menjadi dasar penguatan pelaksanaan tahun ini dengan pendekatan yang lebih terarah. 

Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyatakan pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri melalui berbagai kebijakan, termasuk optimalisasi TKDN dan pembatasan produk impor.

“Melalui kebijakan seperti Kampanye Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), optimalisasi TKDN, serta pembatasan produk impor, termasuk melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026," ujarnya. 

Sementara itu, Deputi LKPP Muhammad Aris Supriyanto menilai belanja pemerintah memiliki peran penting dalam membuka akses pasar bagi pelaku usaha.

"Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, kami melihat peluang besar untuk mempertemukan kebutuhan pengadaan dengan kapasitas UMKM yang terus berkembang, sekaligus memperkuat ekosistem yang lebih inklusif, transparan, dan berpihak pada produk dalam negeri," pungkasnya.

Load More