News / Nasional
Kamis, 16 April 2026 | 13:18 WIB
Ilustrasi rokok. (Pixabay/@realworkhard)
Baca 10 detik
  • CISDI mengungkapkan harga rokok di Indonesia sangat murah dan mengancam efektivitas program Makan Bergizi Gratis pemerintah.
  • Pengeluaran rumah tangga untuk rokok berisiko memicu kekurangan gizi serta menghambat tumbuh kembang optimal pada anak Indonesia.
  • CISDI mendesak pemerintah mereformasi kebijakan cukai rokok untuk meningkatkan penerimaan negara dan melindungi kesehatan masyarakat kelompok rentan.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, saat ini terdapat sekitar 70 juta perokok aktif di Indonesia. Melalui riset terbarunya bertajuk Menakar Harga, Melindungi Warga, CISDI mendesak pemerintah melakukan simplifikasi struktur cukai dan menaikkan harga rokok secara signifikan guna melindungi kelompok rentan serta memperkuat fiskal negara.

Reporter: Dinda Pramesti K

Load More