-
Serangan udara Israel di Ghazieh menewaskan tujuh orang menjelang masa gencatan senjata berlaku.
-
Donald Trump mengumumkan kesepakatan jeda pertempuran selama sepuluh hari antara Israel dan Lebanon.
-
Jumlah korban luka mencapai 33 orang dan angka kematian masih berpotensi terus meningkat.
Suara.com - Harapan perdamaian di Lebanon selatan hancur seketika akibat agresi militer Israel yang menghantam pemukiman warga di kota Ghazieh.
Insiden berdarah ini terjadi hanya dalam hitungan jam sebelum kesepakatan penghentian kontak gencatan senjata secara resmi dimulai.
Dikutip dari Al Jazeera, tragedi ini menjadi bukti nyata betapa rapuhnya situasi keamanan di wilayah perbatasan meskipun diplomasi internasional sedang diupayakan.
Laporan resmi menunjukkan bahwa tindakan militer tersebut menyasar area padat yang mengakibatkan dampak kemanusiaan sangat fatal.
Kejadian ini memicu gelombang kemarahan publik Lebanon yang menilai serangan tersebut sebagai upaya sabotase stabilitas kawasan.
Otoritas medis di Lebanon mengonfirmasi bahwa sedikitnya tujuh nyawa melayang akibat ledakan yang menghancurkan struktur bangunan tersebut.
Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 33 orang mengalami luka-luka serius dan memerlukan penanganan medis segera di rumah sakit.
Media pemerintah Lebanon melabeli peristiwa memilukan di wilayah selatan tersebut sebagai sebuah "pembantaian terhadap warga sipil".
Petugas penyelamat hingga saat ini masih berjibaku di lapangan untuk membersihkan reruntuhan bangunan yang luluh lantak.
Baca Juga: Citra Satelit Ungkap Penghancuran Sistematis Desa Lebanon Selatan Oleh Israel, Ini Wujudnya
Pihak berwenang mengkhawatirkan jumlah korban akan terus bertambah seiring berjalannya proses evakuasi di titik ledakan.
Status Korban dan Data Kementerian
Kementerian Kesehatan Lebanon menegaskan bahwa angka kematian tujuh orang tersebut masih bersifat informasi awal yang bisa berubah.
Pihak medis menyatakan bahwa jumlah korban adalah "pendahuluan dan belum final" mengingat kondisi kritis beberapa pasien yang dirawat.
Tim forensik terus melakukan identifikasi terhadap jenazah yang berhasil dievakuasi dari bawah tumpukan beton dan material bangunan.
Keluarga korban kini berkumpul di sekitar lokasi kejadian dengan penuh ketidakpastian menunggu kabar kerabat mereka yang hilang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Lebih Transparan, Begini Cara BRI Digitalisasi Transaksi di Lapas
-
Kenyamanan Jadi Prioritas Baru dalam Mobilitas Warga Kota
-
Heboh Transpuan Bogor Dilempar Air Seni, Amnesty Duga Buntut dari Perpres 111/2025
-
Spanyol vs Argentina: 6 Faktor Penentu Juara Piala Dunia 2026
-
Mitra Grab Sambut Positif Skema Komisi 8 Persen, Sebut Tak Ada Lagi Potongan Tambahan
-
Korban Tewas Kecelakaan Sibolangit Dibawa ke RS Adam Malik, Kondisi Mengenaskan
-
Dengue Rugikan Indonesia Rp9 Triliun di 2024: Mengapa 3M Saja Tidak Lagi Cukup?
-
Penantian 18 Tahun Terbayar, 5 Ribu Penggemar 'Karaoke Massal' di Konser Peterpan Malaysia
-
6 Korban Kecelakaan Sibolangit Dirawat di RS Adam Malik, 1 Anak Luka Serius
-
Kisah Foto Ikonik Messi dan Bayi Lamine Yamal, Berujung Duel di Final Piala Dunia 2026