- Kepala Mossad, David Barnea, menegaskan operasi rahasia Israel terhadap Iran akan terus berlanjut hingga rezim tersebut berakhir.
- Israel memandang Iran sebagai ancaman utama sehingga serangan militer saat ini dianggap belum cukup untuk menuntaskan misi.
- Pernyataan tegas Barnea tersebut berpotensi memperumit upaya diplomasi perdamaian jangka panjang antara Amerika Serikat dan pihak Iran.
Suara.com - Kepala badan intelijen Israel, David Barnea menegaskan bahwa operasi rahasia terhadap Iran akan terus berlanjut.
Menurutnya serangkaian serangan militer bersama Amerika Serikat (AS) belum cukup untuk mengakhiri kekuasaan di Teheran.
Barnea menyebut kampanye serangan selama beberapa pekan terakhir yang menyasar fasilitas militer, nuklir, dan infrastruktur Iran bukanlah tahap akhir.
“Misi kami belum selesai. Kewajiban kami hanya akan terpenuhi setelah rezim ekstremis ini digantikan. Rezim ini, yang berupaya menghancurkan kami, harus lenyap dari dunia,” ujar David Barnea dikutip dari SCMP.
Pernyataan tersebut tergolong jarang disampaikan secara terbuka, mengingat Mossad biasanya tidak secara eksplisit mengungkap target perubahan rezim, meski diketahui aktif menjalankan operasi rahasia di Iran.
Sikap ini memperlihatkan bahwa Israel masih memandang Iran sebagai ancaman utama, meskipun sebelumnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim serangan udara telah menetralkan dua ancaman besar, yaitu program rudal balistik dan nuklir Iran.
Namun, pernyataan Barnea menunjukkan bahwa Israel belum menganggap ancaman tersebut benar-benar hilang.
Hal ini berpotensi memperumit upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara AS dan Iran.
Saat ini, kedua negara diketahui sedang berupaya memperpanjang gencatan senjata sekaligus mencari solusi damai jangka panjang.
Baca Juga: Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias
Presiden AS Donald Trump sebelumnya bahkan menyatakan harapan bahwa konflik ini bisa membuka jalan bagi perubahan kekuasaan di Iran.
Dalam laporan lain, Barnea juga disebut pernah menyampaikan bahwa Mossad memiliki kemampuan untuk menggerakkan oposisi Iran demi memicu kerusuhan dan aksi pemberontakan lain yang bahkan bisa mengarah pada runtuhnya pemerintahan Iran.
Meski Iran sempat dilanda gelombang protes besar beberapa waktu lalu, hingga kini belum terlihat kembali aksi demonstrasi berskala luas maupun perpecahan signifikan di dalam struktur keamanan negara tersebut.
Pidato Barnea sendiri bertepatan dengan rencana pergantian pimpinan Mossad. Roman Gofman dijadwalkan menggantikan posisinya mulai 2 Juni 2026, meskipun ia belum memiliki latar belakang panjang di bidang intelijen.
Berita Terkait
-
Tertekan Data AS dan Sentimen Domestik, Kurs Rupiah Hari Ini Tembus Rp17.180
-
Manga Tensura Volume 32 Rilis 9 Juni 2026, Cerita Makin Memanas
-
Israel Pertahankan Zona Keamanan 10 Kilometer di Lebanon Selama Masa Gencatan Senjata
-
Cueki Permintaan Trump, Presiden Lebanon Ogah Bicara dengan Benjamin Netanyahu
-
Pentagon Panaskan Mesin Perang, Negosiasi AS-Iran Terancam Kolaps
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang
-
PBB Ingatkan Hizbullah, Minta Patuhi Gencatan Senjata Lebanon-Israel
-
PM Lebanon Nawaf Salam Puji Donald Trump soal Gencatan Senjata 10 Hari dengan Israel
-
PBB Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata di Lebanon
-
Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
-
BNI Perkuat Literasi Keamanan Digital Nasabah BNIdirect untuk Waspadai Kejahatan Siber