News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 10:39 WIB
Petinggi Mossad, David Barnea ungkap Israel masih ingin gulingkan Iran. [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Kepala Mossad, David Barnea, menegaskan operasi rahasia Israel terhadap Iran akan terus berlanjut hingga rezim tersebut berakhir.
  • Israel memandang Iran sebagai ancaman utama sehingga serangan militer saat ini dianggap belum cukup untuk menuntaskan misi.
  • Pernyataan tegas Barnea tersebut berpotensi memperumit upaya diplomasi perdamaian jangka panjang antara Amerika Serikat dan pihak Iran.

Suara.com - Kepala badan intelijen Israel, David Barnea menegaskan bahwa operasi rahasia terhadap Iran akan terus berlanjut.

Menurutnya serangkaian serangan militer bersama Amerika Serikat (AS) belum cukup untuk mengakhiri kekuasaan di Teheran.

Barnea menyebut kampanye serangan selama beberapa pekan terakhir yang menyasar fasilitas militer, nuklir, dan infrastruktur Iran bukanlah tahap akhir.

“Misi kami belum selesai. Kewajiban kami hanya akan terpenuhi setelah rezim ekstremis ini digantikan. Rezim ini, yang berupaya menghancurkan kami, harus lenyap dari dunia,” ujar David Barnea dikutip dari SCMP.

Pernyataan tersebut tergolong jarang disampaikan secara terbuka, mengingat Mossad biasanya tidak secara eksplisit mengungkap target perubahan rezim, meski diketahui aktif menjalankan operasi rahasia di Iran.

Sikap ini memperlihatkan bahwa Israel masih memandang Iran sebagai ancaman utama, meskipun sebelumnya Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengklaim serangan udara telah menetralkan dua ancaman besar, yaitu program rudal balistik dan nuklir Iran.

Kolase foto PM Israel Benjamin Netanyahu (kiri) lambang dinas intelijen Israel Mossad (tengah) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]

Namun, pernyataan Barnea menunjukkan bahwa Israel belum menganggap ancaman tersebut benar-benar hilang.

Hal ini berpotensi memperumit upaya diplomasi yang tengah berlangsung antara AS dan Iran.

Saat ini, kedua negara diketahui sedang berupaya memperpanjang gencatan senjata sekaligus mencari solusi damai jangka panjang.

Baca Juga: Unggah Foto AI Dipeluk Yesus, Donald Trump Ingin Dianggap sebagai Mesias

Presiden AS Donald Trump sebelumnya bahkan menyatakan harapan bahwa konflik ini bisa membuka jalan bagi perubahan kekuasaan di Iran.

Dalam laporan lain, Barnea juga disebut pernah menyampaikan bahwa Mossad memiliki kemampuan untuk menggerakkan oposisi Iran demi memicu kerusuhan dan aksi pemberontakan lain yang bahkan bisa mengarah pada runtuhnya pemerintahan Iran.

Meski Iran sempat dilanda gelombang protes besar beberapa waktu lalu, hingga kini belum terlihat kembali aksi demonstrasi berskala luas maupun perpecahan signifikan di dalam struktur keamanan negara tersebut.

Pidato Barnea sendiri bertepatan dengan rencana pergantian pimpinan Mossad. Roman Gofman dijadwalkan menggantikan posisinya mulai 2 Juni 2026, meskipun ia belum memiliki latar belakang panjang di bidang intelijen.

Load More