News / Internasional
Jum'at, 17 April 2026 | 14:46 WIB
Ilustrasi Israel kena rudal (istimewa)
Baca 10 detik
  • Serangan roket dari Lebanon melukai tujuh warga di wilayah Karmiel dan juga kota Nahariya.

  • Insiden serangan memicu pemadaman listrik serta kebakaran infrastruktur di beberapa wilayah Galilie Barat.

  • Gencatan senjata resmi diberlakukan pada Kamis tengah malam untuk meredam konflik berdarah di perbatasan.

Masyarakat diminta untuk tetap waspada mengingat situasi di wilayah perbatasan masih sangat dinamis dan berbahaya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata secara resmi antara Israel dan juga Lebanon.

Kesepakatan tersebut mulai diberlakukan pada Kamis tengah malam waktu setempat untuk meredakan ketegangan di wilayah tersebut.

"Pengumuman gencatan senjata antara Israel dan Lebanon ini mulai berlaku pada tengah malam Kamis waktu setempat (2100GMT)," ujar laporan tersebut mengonfirmasi.

Kesepakatan ini diharapkan mampu menghentikan rentetan kekerasan yang telah merenggut ribuan nyawa manusia di kawasan tersebut.

Namun, serangan roket terbaru ini menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas di lapangan sebelum kedamaian benar-benar terwujud sepenuhnya.

Konflik bersenjata antara kedua belah pihak telah berlangsung intens sejak kampanye militer dimulai Maret lalu.

Peperangan ini telah mengakibatkan jatuhnya lebih dari 2.000 korban jiwa serta memicu krisis kemanusiaan yang mendalam.

Sekitar 1 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka demi menghindari zona pertempuran yang terus meluas.

Baca Juga: Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon

Intervensi diplomatik dari negara ketiga seperti Pakistan telah diupayakan guna mencapai gencatan senjata sejak April.

Situasi di perbatasan tetap menjadi titik paling rawan dalam geopolitik Timur Tengah yang melibatkan banyak kekuatan besar.

Load More