- Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan penting dalam karier politik Joko Widodo sejak Pilkada DKI Jakarta tahun 2012.
- Pernyataan tersebut disampaikan Jusuf Kalla di Jakarta pada 18 April 2026 sebagai respons atas berbagai polemik dirinya.
- Sekjen Partai Golkar Sarmuji menanggapi bahwa kesuksesan Joko Widodo merupakan hasil dari jasa berbagai pihak, bukan faktor tunggal.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menilai tidak ada faktor tunggal di balik semua yang terjadi di dunia.
Pernyataan itu disampaikan Sarmuji menanggapi pernyataan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau JK yang menyebut Joko Widodo atau Jokowi bisa menjadi Presiden ke-7 RI karena dirinya.
Menurut Sarmuji, selain JK, tentu ada pihak lain yang memiliki jasa serupa.
"Di dunia ini nggak ada yang terjadi karena faktor tunggal. Bisa jadi Pak JK punya jasa, kemungkinan yang lain juga punya jasa," kata Sarmuji kepada wartawan, Minggu (19/4/2026).
Kendati demikian, Sarmuji menegaskan pernyataan yang disampaikan JK perihal tersebut merupakan hak dari JK.
"Tapi itu hak Pak JK untuk menyampaikan bahwa beliau punya jasa," kata Sarmuji.
Sementara itu, ditanya mengenai bagaimana dinamika yang terjadi pada saat itu, Sarmuji menegaskan tidak mengetahui persis.
"Hanya Pak Jokowi yang tahu versi lengkapnya seperti apa. Yang lain hanya tahu sebagian saja," ujar Sarmuji.
Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), meluapkan kegeramannya setelah dirinya terseret dalam berbagai polemik, mulai dari laporan dugaan penistaan agama hingga isu ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Baca Juga: Nasihat JK ke Jokowi Soal Ijazah: Kenapa Tidak Dikasih Lihat Agar Rakyat Tak Berkelahi
JK secara tegas mengingatkan semua pihak mengenai peran krusialnya dalam memboyong Jokowi dari Solo hingga sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjadi Presiden.
Ia menekankan bahwa karier nasional Jokowi tidak lepas dari campur tangan dan rekomendasinya saat itu.
"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo, untuk jadi gubernur. Saya yang bawa," ujar JK dalam konferensi pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
JK menceritakan kembali momen saat dirinya meyakinkan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk mengusung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta tahun 2012 silam.
"Itu Ibu Mega. (Saya bilang) 'Ibu, ini calon baik orang PDIP'. Akhirnya beliau setuju. Jadilah gubernur," kenang JK.
Menurut JK, posisi Gubernur Jakarta merupakan batu loncatan yang mustahil dilewati Jokowi untuk menjadi orang nomor satu di Indonesia tanpa restunya saat itu.
Berita Terkait
-
Nasihat JK ke Jokowi Soal Ijazah: Kenapa Tidak Dikasih Lihat Agar Rakyat Tak Berkelahi
-
JK Murka Dituduh Jadi Bohir Kasus Ijazah Jokowi: Mana Saya Kasih Rp 5 Miliar?
-
Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik
-
Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya
-
Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Kulit Sawo Matang Jangan Salah Pilih Warna Lipstik! Ini 8 Pilihan yang Bikin Wajah Cerah Seketika
Pilihan
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
Terkini
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub
-
Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI
-
Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK
-
Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029
-
Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia
-
Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?
-
Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati
-
Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret
-
Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus