- Hashim Djojohadikusumo menyatakan program Makan Bergizi Gratis pemerintah saat ini menghadapi berbagai fitnah dan hoaks dari kelompok tertentu.
- Pemerintah mengakui adanya kelemahan teknis dalam pelaksanaan awal program Makan Bergizi Gratis yang menjangkau banyak penerima manfaat.
- Prabowo Subianto mencetuskan program Makan Bergizi Gratis sejak 2006 untuk mengatasi ancaman stunting terhadap kecerdasan generasi masa depan.
Suara.com - Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo tidak menutup mata atas banyaknya serangan terhadap program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Serangan terhadap program MBG yang dimaksud adik dari Presiden Prabowo Subianto ini berupa fitnah dan hoaks dari kelompok tertentu.
Hal itu disampaikan Hashim dalam sambutannya di Malam Apresiasi dan Penganugerahan atas capaian Program Jaksa Garda Desa yang digelar Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (DPP Abpednas).
Hashim menyambut positif langkah Abpednas yang turut mendampingi pemerintah untuk mengawasi beberapa program kunci, seperti MBG.
Ia menegaskan bahwa MBG adalah salah satu program utama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Dan di sini kita lihat bahwa terus terang saja program MBG ini banyak diserang oleh kelompok-kelompok tertentu dengan fitnah dan hoaks dan kebohongan, namun kita harus betul-betul menanggapi aspirasi dari rakyat yang benar-benar aspirasi yang tulus," kata Hashim di Fairmont Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (19/4/2026).
Hashim menyadari ada kelemahan dalam program MBG. Ia menyebutkan beberapa contoh kasus yang menjadi kelemahan tersebut.
Menurutnya, wajar jika program MBG memiliki kelemahan, mengingat program tersebut merupakan program yang baru pertama kali dilaksanakan.
"Kita lihat memang ada kelemahan-kelemahan, misalnya keracunan, ada timbulnya belatung-belatung dan sebagainya. Tapi saya kira ini suatu hal yang cukup wajar karena program MBG ini adalah program pertama yang dilaksanakan yang meliputi begitu banyak penerima manfaat," kata Hashim.
Baca Juga: Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
Hashim menjelaskan tujuan dari pelaksanaan program MBG. Ia berujar MBG merupakan salah satu program strategis untuk meningkatkan kecerdasan bangsa.
"Termasuk anak-anak kecil yang mengalami stunting dan banyak halangan-halangan tertentu," kata Hashim.
Hashim juga menjelaskan awal mula Prabowo mencetuskan ide program MBG, yakni pada 2006 yang didasarkan pada kondisi anak-anak di Indonesia yang mengalami stunting.
"Stunting ini adalah yang menyebabkan Prabowo Subianto pada tahun 2006 mencetuskan ide untuk program MBG ini. Ini 2006, berarti 19 tahun lalu, 20 tahun lalu, Pak Prabowo waktu itu belum ada partai, Pak Jaksa Agung, belum ada Partai Gerindra," kata Hashim saat berbicara kepada Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin yang turut hadir.
"Belum ada imajinasi, belum ada khayalan untuk mendirikan partai, namun waktu itu Pak Prabowo sudah melihat bahwa stunting merupakan suatu ancaman bagi masa depan bangsa kita," sambungnya.
Hashim bercerita, pada 2006 berdasarkan data Kementerian Kesehatan saat itu tercatat 30 persen anak-anak Indonesia menderita stunting.
Berita Terkait
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya
-
Uya Kuya Klarifikasi Disebut Punya 750 Dapur MBG
-
Lebih Enak MBG? Penampakan Makanan Tak Layak Prajurit AS Saat Perang Lawan Iran
-
49 Siswa di Cilegon Diduga Keracunan MBG, Polisi Telusuri Sisa Makanan Hingga Darah Korban
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku
-
Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya